Sabtu, 25 April 2026

Info Papua Tengah

Perhatian Nancy Raweyai: Martabat Noken Papua Harus Ditingkatkan, Bukan Sekadar Digantung di Jalan!

Menurutnya, salah satu tantangan utama bagi produk UMKM Papua adalah harga jual yang tinggi, yang kerap menyulitkan daya saing.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Perhatian Nancy Raweyai: Martabat Noken Papua Harus Ditingkatkan, Bukan Sekadar Digantung di Jalan!
Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari
PENJUAL NOKEN- Jejeran noken yang disajikan mama-mama Papua di Oyehe, Kabupaten Nabire, menyikapi hal tersebut, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai mengatakan, perlu ada peran serius dari pemerintah daerah, karya noken Papua tetap terjaga dengan baik. Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM- Noken, tas rajutan khas Papua, menjadi pemandangan akrab di sepanjang jalan Oyehe, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Mama-mama Papua menjajakan kerajinan tangan mereka dengan sederhana, menggantungkan noken-noken itu pada kayu-kayu kecil.

Sayangnya, pemandangan ini menimbulkan keprihatinan, terutama mengingat nilai budaya dan artistik noken yang seharusnya dipamerkan di tempat yang lebih layak.

Menyikapi kondisi ini, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai, menyoroti pentingnya perhatian terhadap pelaku usaha noken di Nabire.

Baca juga: Drama Politik Nabire: Wakil Ketua I DPR Belum Dilantik, Bupati Tuntut Gerindra Bereskan Internal!

Menurutnya, salah satu tantangan utama bagi produk UMKM Papua adalah harga jual yang tinggi, yang kerap menyulitkan daya saing.

Nancy pun menekankan perlunya dukungan dari dinas terkait untuk para perajin noken.

"Bantuan dapat berupa akses pasar ke luar Papua, atau peningkatan kualitas produk seperti kemasan dan branding, sehingga produk yang ada dapat tercipta dengan bagus," ujar Nancy kepada Tribun-PapuaTengah.com, Selasa (3/6/2025).

Politisi cantik dari Partai NasDem ini juga mendesak dinas teknis untuk lebih gencar mempromosikan hasil rajutan noken.

"Karya noken dan UMKM Papua luar biasa bagus, namun sayangnya dukungan pemerintah masih minim. Ini membuat potensi besar tersebut belum tergarap optimal,"tegas Nancy.

Baca juga: Dualisme Kepemimpinan KAP Papua Tengah Bikin Bingung! Ini Sorotan Legislator Peanus Uamang

Nancy menyarankan agar pemerintah daerah belajar dari pengelolaan UMKM di Yogyakarta, Bali, atau bahkan Thailand.

Di sana, kata dia, UMKM didukung penuh oleh pemerintah yang berkolaborasi dengan pihak swasta, sehingga mampu meningkatkan akses pasar melalui product positioning dan pemasaran yang masif.

"Di Nabire, kita bisa lihat, tempat penjualan mama noken saja tidak diperhatikan. Lingkungan yang kotor dengan sampah di mana-mana juga menjadi masalah. Jika begini, bagaimana kita bisa mencerminkan kebanggaan produk Papua, sementara tempat jualannya saja masih memprihatinkan?" kritiknya.

Baca juga: Pasca-belasan Napi Kabur dari Lapas Nabire, Aparat Lakukan Penyekatan dan Pengejaran Besar-besaran

Selanjutnya Nancy berharap ke depan akan ada hasil nyata yang baik bagi UMKM lokal di Nabire.

"Sudah saatnya pemerintah banyak merefleksi dan berbenah, serta bekerja dengan hati untuk mendukung karya mama Papua sekaligus menjaga warisan yang ada,"tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved