Rabu, 8 April 2026

Info Mimika

Reynold Ubra Beberkan Cara Efektif Cegah Gigitan Nyamuk 

Kadinkes, Reynold Ubra mengungkapkan kunci untuk terhindar malaria adalah mencegah gigitan nyamuk. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Reynold Ubra Beberkan Cara Efektif Cegah Gigitan Nyamuk 
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyebut, ketersediaan obat malaria berwarna putih dengan dosis agak rendah di mana, masyarakat juga dapat menghindari gigitan nyamuk malaria dengan cara-cara efektif yang di anjurkan. 

Kadinkes, Reynold Ubra mengungkapkan kunci untuk terhindar malaria adalah mencegah gigitan nyamuk. 

Baca juga: OTK Bakar Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, dan Kantor Agama di Puncak Jaya

"Di Mimika ini nyamuk malaria mengigit itu puncaknya jam sembilan malam. Kami sedang mempersiapkan upayakan intervensi pengendalian infektor secara konperensif yaitu dengan menggunakan penyemprotan, pengasapan, pembagian kelambu," ungkapnya, Jumat (20/6/2025). 

Lanjut Reynold, pihaknya juga akan mengkampanyekan lotion anti nyamuk. Aktivitas di malam hari menggunakan lotion anti nyamuk Repellent,  duduk di cafe malam hari, atau duduk nongkrong tukang-tukang ojek, sopir juga bisa menggunakan repellent. Dan juga pembasmian sarang nyamuk itu yang lebih penting. 

"Saya harap tempat-tempat usaha, pemukiman, mengendalikan itu tempat pendudukan nyamuk, karena kita tahu curah hujan di timika ini tinggi, antara tempat satu dengan yang lain berbeda curah hujannya, sehingga perubahan cuaca itu mempengaruhi semua aktivitas mahluk hidup. Manusia ya termasuk nyamuk itu, " jelasnya. 

Selain itu, Reynold Ubra menyampaikan terkait ketersediaan obat malaria berwarna putih, ia menjelaskan bahwa dalam mengkonsumsi dosisnya agak rendah. 

Baca juga: KKB Tembak Warga Sipil dan Bakar 11 Honai di Puncak, 3 Orang Meninggal Dunia

"Kira-kira lima sampai sepuluh gram, Tetapi intinya obat yang diberikan itu berbasis berdasarkan berat badan, " ujarnya. 

Itu sebenarnya lanjutnya, sama, isinya juga di (DHP) Dihydroartemisinin-piperaquine  sama dengan obat biru. cuman dia berwarna bukan warna biru, 

Baca juga: Kronologis Pembunuhan Seorang Ibu di Mamberamo Tengah, Ada Dugaan Pemerkosaan 

"saya sangat berharap masyarakat apa yang diresepkan itu tetap diminum,” katanya.

Ia menambahkan, mudah-mudahan diawal Juli 2025 sudah ada, kami juga sudah membuat permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah untuk mengirimkan obat," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved