Senin, 18 Mei 2026

Info Nabire

Insiden Pasar Karang Nabire, LEMASUMOPA Desak Penanganan Humanis dan Evaluasi Menyeluruh

Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Suku Moni Papua (LEMASUMOPA), Thomas Sondegau, mendesak evaluasi menyeluruh atas penanganan insiden tersebut.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Insiden Pasar Karang Nabire, LEMASUMOPA Desak Penanganan Humanis dan Evaluasi Menyeluruh
Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari
INSIDEN PASAR KARANG NABIRE- Ketua Umum LEMASUMOPA, Thomas Sondegau dengan tegas meminta agar, pola pengamanan saat insiden pasar karang di Kabupaten Nabire, harus dievaluasi total, agar kedepan tidak terulang lagi.Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM- Insiden di Pasar Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (26/6/2025) yang menewaskan satu orang warga berinisial E, masih menyisakan pertanyaan besar dan menuai sorotan tajam. 

Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Suku Moni Papua (LEMASUMOPA), Thomas Sondegau, mendesak evaluasi menyeluruh atas penanganan insiden tersebut.

Baca juga: Kolaborasi Polri dan Masyarakat dalam Festival Colo Sagu: Perkuat Identitas Budaya Papua

Thomas menegaskan, penanganan masalah semestinya dilakukan secara humanis, tanpa kekerasan.

"Bagi saya, perlu ada evaluasi total," ujarnya kepada Tribun-PapuaTengah.com, Sabtu (28/6/2025) malam.

Ia juga menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat langsung agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Lebih lanjut, Thomas mendesak pemerintah daerah mengevaluasi aktivitas ekonomi di Pasar Karang Tumaritis.

Baca juga: Festival Colo Sagu: Wakapolda: Polri Dekat Masyarakat, Lestarikan Budaya dan Pangan Lokal Papua

Ia menyarankan agar pedagang yang berjualan di trotoar dipindahkan ke dalam pasar demi keselamatan.

"Supaya ketika ada kejadian, mudah membedakan mana yang orang mabuk dan mana yang tidak," jelasnya.

Thomas juga menyoroti peredaran minuman keras (miras) di Nabire sebagai pemicu berbagai masalah.

Baca juga: Tingkatkan Sektor Pendidikan, Pemkab Nabire Bakal Bagun Asrama di Pusat Kota

Mantan Legislator Papua itu meminta penertiban miras tidak hanya demi ketertiban dan keamanan, tetapi juga untuk menyelamatkan masyarakat Papua.

"Jangan karena miras, kota ini jadi rusak. Soal ini perlu ada regulasi agar Nabire tetap aman dan damai," pungkasnya. (*)

 

 

 

 


 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved