Info Papua Tengah
Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T Jadi Prioritas Dinas P dan K Papua Tengah
Nurhaidah mendorong semua pihak menyepakati konsep pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah Papua Tengah.
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/22-Juli-2025-3T-pendidikan.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, Nabire- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi Papua Tengah mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk pemerataan guru dan sekolah di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T).
Rakor yang dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten se-Papua Tengah, yayasan penyelenggara pendidikan, serta unsur terkait lainnyani berlangsung di Hotel Carmel, Nabire, Papua Tengah, Senin (21/7/2025) pukul 15.00 WIT.
Baca juga: DPR Papua Tengah Bentuk Tim Advokasi, Aspirasi Tolak Blok Wabu Siap Dibawa ke Jakarta
Kepala Dinas P dan K Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai wadah menyatukan langkah memajukan pendidikan di Papua Tengah.
Ia menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen merumuskan perubahan nyata di sektor pendidikan.
"Kita punya tanggung jawab bersama untuk mewujudkan perubahan, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil. Jangan biarkan pendidikan hanya jadi mimpi, kita wujudkan bersama," tegas Nurhaidah.
Baca juga: Lewat Adiwiyata, DLH Nabire Gandeng Sejumlah Sekolah Edukasi Lingkungan Atasi Limbah Plastik
Nurhaidah juga mengapresiasi yayasan-yayasan yang telah lebih dahulu membuka akses pendidikan sebelum adanya intervensi pemerintah di wilayah tertentu.
Ia menyatakan bahwa kolaborasi pemerintah dan yayasan sangat penting.
Mengingat salah satu isu utama yang dibahas adalah keterbatasan tenaga guru di wilayah 3T, Nurhaidah mengajak semua peserta memikirkan solusi konkret.
"Jika guru tidak hadir di tempat anak-anak membutuhkan pendidikan, maka pembangunan itu sia-sia. Mari kita bicarakan apa yang harus dilakukan agar guru hadir di setiap pelosok," pintanya.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Mimika Bikin Meringis: Tembus Rp120 Ribu per Kilogram!
Selain itu, Nurhaidah mendorong semua pihak menyepakati konsep pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah Papua Tengah.
Ia juga mengajak semua pihak memperjuangkan pemerataan akses pendidikan.
"Melalui forum ini, mari kita rumuskan satu jalan. Jika kita kekurangan guru, kita pikirkan solusinya. Jika belum ada sekolah, kita pikirkan langkah awalnya. Jangan tunda perubahan lagi,"tandas Nurhaidah. (*)
| Rancangan Perda Wilayah Pertambangan Rakyat Papua Tengah, Ali Kabiay: Kami Tolak Pasal 26 Huruf F |
|
|---|
| Pelabuhan Samabusa dan Bandara Nabire Bakal Dikembangkan, Ini Alasannya |
|
|---|
| Batik Air Jadi Semangat Kebangkitan Ekonomi Papua Tengah |
|
|---|
| Batik Air Masuk Nabire, Henes Sodegau: Fraksi NasDem Dukung Kebijakan Pro Rakyat di Papua Tengah |
|
|---|
| Nancy Raweyai Kritik Tajam Kunjungan Wapres: Jangan Hanya Seremonial |
|
|---|