Rabu, 20 Mei 2026

Info Papua Tengah

Rajut Kebersamaan, ‎Mahasiswa Deiyai Kota Studi Nabire Gelar Mubes ke-II

‎“FKM-KD adalah rumah kita, mari kita saling memahami dan mengerti dalam perjalanan ini. Tiada arti selain kita tidak saling memahami

Tayang:
zoom-inlihat foto Rajut Kebersamaan, ‎Mahasiswa Deiyai Kota Studi Nabire Gelar Mubes ke-II
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
MUBES- FKM-KD se-Kota Studi Nabire Menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-II, di Aula UPPGSD, SP 1, Nabire, Papua Tengah, Kamis (8/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎‎TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, Nabire - Mahasiswa Deiyai terhimpun dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Deiyai (FKM-KD) se-Kota Studi Nabire menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-II.

‎Mubes digelar di Aula UPPGSD, SP 1, Nabire, Papua Tengah, Kamis (8/8/2025) siang.

Baca juga: Musrembang Otsus Tahun 2026, Pemprov Papua Tengah Tetapkan Enam Program Prioritas

‎Mubes mengusung tema, “Hidup Manusia Diatur Oleh Tuhan”, dikutip dari Bacaan Amsal, Pasal 16, Ayat 9 dalam bacaan Alkitab Nasrani.

‎Dalam sambutannya, Ketua Biro Pemuda, Jeri Nawipa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terselenggaranya Mubes ini.

‎Ia menjelaskan, kegiatan-kegiatan seperti ini sangat penting karena, menjadi bagian dari proses penambahan kapasitas dan kedewasaan organisasi.

 

‎“Orang berangkat dari organisasi itu, akan terbawa, dan terkenal hingga menjadi orang penentu masa depan dan besar,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa perubahan selalu terjadi, dan kali ini merupakan momentum untuk pergantian kepengurusan.

‎Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya melanjutkan hal-hal baik dan meninggalkan hal-hal tidak sesuai.

Baca juga: Dinkes Mimika Sosialisasi Pendampingan Laporan Keuangan BLUD Faskes, Hadirkan 13 Kapus

‎“Dalam pembahasan ini semua yang baik kita teruskan. Baik kita tinggalkan. Dengan demikian setiap proses harus jalankan dengan baik,” tegas Jeri.

‎Ia menyampaikan pesan penting terkait kebersamaan dalam organisasi.

‎Menurutnya, dalam kebersamaan, setiap pribadi dapat dikumpulkan dan saling menopang untuk terus melanjutkan perjalanan organisasi.

Baca juga: Warga Kampung Tipuka dan Ayuka Lomba Bola Voli Sambut HUT ke-80 RI Digelar PT Freeport Indonesia 

‎“Kebersamaan itu akan menjadi penentu dalam organisasi. Dalam kebersamaan, kita akan dikumpulkan. Dari siapapun dia yang terlibat akan bersama-sama teruskan,” ujarnya.

‎Jeri berpesan agar seluruh peserta Mubes tetap menjaga kekudusan dan menaati janji-janji Allah.

‎Sementara itu, Ketua Tim Formatur, Naftali Pekei, menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak, khususnya tujuh ikatan lokal yang berada di bawah naungan FKM-KD.

Baca juga: Jaga Kedamaian Jelang Hasil PSU Pilgub Papua: Tokoh Adat Imbau Warga Tidak Terprovokasi  

‎Pasalnya, semangat dan dukungan dari semua pihak menjadi alasan terselenggaranya kegiatan ini

‎“Semua ini ada waktunya, maka semua yang kita lakukan karena waktunya. Baik waktu untuk menangis, baku pukul, baku marah, itulah arti organisasi,” pungkas Naftali.

‎Ia menuturkan FKM-KD adalah rumah bersama, tempat untuk saling memahami dan mengerti satu sama lain dalam perjalanan bersama.

Baca juga: Kronologis 2 Prajurit TNI Luka-luka Akibat Kontak Tembak Dengan OPM

‎“FKM-KD adalah rumah kita, mari kita saling memahami dan mengerti dalam perjalanan ini. Tiada arti selain kita tidak saling memahami dan menghargai,” tuturnya.

‎Lebih lanjut, menegaskan bahwa dalam FKM-KD, hal-hal yang biasa dapat menjadi luar biasa ketika dijalankan dengan sungguh-sungguh.

‎“FKM-KD harus dilakukan sesuatu biasa tapi itu luar biasa pula. Dari kecil pula kita berangkat, itulah arti dari organisasi,” lanjutnya.

Baca juga: Pemda Puncak Bangun Guest House di Distrik Gome, Hari Ini Peletakan Batu Pertama Oleh Gubernur

‎FKM-KD menambahkan rumah kita, mari kita saling memahami dan mengerti dalam perjalanan ini. Tiada arti selain kita tidak saling memahami dan menghargai,” tuturnya.

‎Naftali menutup dengan menegaskan bahwa dalam FKM-KD, hal-hal yang biasa dapat menjadi luar biasa ketika dijalankan dengan sungguh-sungguh.

‎“FKM-KD harus dilakukan sesuatu biasa tapi itu luar biasa pula. Dari kecil pula kita berangkat, itulah arti dari organisasi,” tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved