Minggu, 26 April 2026

Info Jayapura

Instruksikan OPD Prioritaskan Pengusaha OAP, Bupati Jayapura Tekankan Etika dan Profesionalisme

Sementara itu kepada pengusaha yang sudah mendapatkan proyek di satu dinas dilarang mengambil proyek di instansi lainnya.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Instruksikan OPD Prioritaskan Pengusaha OAP, Bupati Jayapura Tekankan Etika dan Profesionalisme
TribunPapuaTengah.com/Putri
PENGUSAHA OAP - Bupati Jayapura Yunus Wonda saat diwawancarai wartawan. Foto Putri 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Jayapura Yunus Wonda instruksikan OPD akomodir pengusaha Orang Asli Papua (OAP) demi dongkrak ekonomi lokal. 
  • Ia menekankan etika profesional dan melarang pengusaha datang dalam kondisi mabuk saat urusan dinas. 
  • Wonda juga melarang praktik jual beli paket proyek dan monopoli pekerjaan. 
  • Pengusaha OAP didorong mandiri mengelola perusahaan sendiri agar kompeten menangani proyek skala besar.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SENTANI - Bupati Jayapura Yunus Wonda menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jayapura memberikan atensi serius dan mengakomodir para pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

Instruksi ini bertujuan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Jayapura.

Wonda pun meminta para pemuda dan pengusaha OAP untuk proaktif berkomunikasi langsung dengan dinas-dinas terkait. 

Baca juga: Demi Rebut Kursi DPR RI Dapil Papua, Bahlil Lahadalia Siap Turun Gunung di Pemilu 2029

Namun, ia memberikan catatan keras mengenai pentingnya menjaga etika dan perilaku profesional saat berurusan dengan birokrasi.

​"Saya minta anak-anak datang dengan sopan, tunjukkan etika yang baik. Jangan datang dalam keadaan mabuk saat menemui Kepala Dinas. Jika kalian sopan, orang akan segan dan menghargai," tegas Wonda di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Merry Pongutan Nahkodai ILDI Mimika 2026-2030, Siap Cetak Prestasi dan Budayakan Hidup Sehat

Wonda menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan tekanan dan arahan yang kuat kepada para kepala dinas agar memberikan ruang bagi pihak ketiga (pengusaha lokal). 

"Tapi pemberian pekerjaan harus dilakukan atas dasar kompetensi, bukan sekadar rasa kasihan," katanya.

Sementara itu kepada pengusaha yang sudah mendapatkan proyek di satu dinas dilarang mengambil proyek di instansi lainnya.

"Jika seseorang mendapatkan lebih dari dua atau tiga paket pekerjaan, diharapkan berbagi dengan rekan sesama pengusaha lainnya agar semua pihak merasakan manfaatnya,"tuturnya.

Baca juga: Kabar Duka: Ketua KPU Jayapura Efra Jerianto Tunya Meninggal Dunia


​Dirinya juga mengaku sedih jika menemukan pengusaha OAP yang hanya meminjam perusahaan orang lain atau justru menjual paket pekerjaan yang telah diberikan.

Lebih jauh Wonda berharap anak-anak Papua tidak terjebak dalam pola kerja instan.

Ia mendorong mereka untuk mulai mengelola perusahaan sendiri secara mandiri agar di masa depan mampu menangani proyek dengan skala yang lebih besar.

"Saya mau anak-anak Papua harus maju dan berkembang. Urus perusahaan sendiri dengan baik. Jangan kerja instan kalau mau maju, supaya ke depan bisa mengerjakan hal-hal yang lebih besar lagi," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved