Rabu, 8 April 2026

Objek Wisata Gunung Cartenz

Masyarakat Perlu Dibekali Sertifikat di Objek Wisata Gunung Cartenz

"Ada 32 sertifikat  diberikan mewakili penduduk sekitar wilayah puncak Nemangkawi tersebut," terangnya," Kamis (25/9/2025). 

Tayang:
zoom-inlihat foto Masyarakat Perlu Dibekali Sertifikat di Objek Wisata Gunung Cartenz
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dolfin Beanal. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika Dolfin Beanal mengungkapkan, puluhan masyarakat berdomisili di wilayah sekitar Puncak Gunung Cartenz (Nemangkawi) perlu dibekali sertifikat.

Baca juga: Upaya Pencarian 5 Karyawan PTFI Insiden Luncuran Material Basah di GBC Terus Dilakukan

Sertifikat ini perlu untuk memandu dan menjaga kelestarian puncak Gunung Cartenz, di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah

Dolfin Beanal juga sebagai Penggagas Yayasan Wisatari Alam Papua (YWAP) menjelaskan, sebelumnya masyarakat lokal tengah diberikan pelatihan selama seminggu untuk pemandu wisata. 

Beanal menjelaskan, pemberian sertifikat telah dilakukan saat pihaknya menggelar Forum Group Diskusi (FGD) pendakian Puncak Cartenz (23/9/2025) lalu. 

"Ada 32 sertifikat  diberikan mewakili penduduk sekitar wilayah puncak Nemangkawi tersebut," terangnya," Kamis (25/9/2025). 

Baca juga: SAR Timika Evakuasi Penumpang Perahu Susun Alami Rusak Mesin di Muara Kekwa

Dirinnya berharap dengan pemberian sertifikat kepada masyarakat sekitar puncak Nemangkawi, nantinya dapat direpresentasikan kepada setiap wisatawan untuk memandu dan melestarikan gunung tersebut.

Sehingga tidak ada lagi oknum yang menggunakan kesempatan guna mendapatkan hasil dari pengelolaan objek wisata tersebut. 

Baca juga: Di Puncak Jaya, Gubernur Meki Nawipa Janji Hidupkan Listrik 24 Jam

"Kita merangkul masyarakat yang berada di kaki gunung tersebut untuk melatih dan memberikan sertifikat dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) bahkan nasional dari Kementrian pariwisata, supaya mereka melestarikan gunung mereka sendiri,"ungkapnya. 

Tentunya, ia berharap setelah memperoleh pelatihan dan mendapat sertifikat pemandu wisata masyarakat setempat dapat mengelolah potensi gunung agar memperoleh pendapatan ekonomi yang menguntungkan. 

Baca juga: Cahaya Kecil Terangi Kabut Intan Jaya Saat Henes Sondegau Kunjungi SD YPPK Titigi

"Kita tidak bisa mengharapkan anggaran besar dari APBD tetapi objek wisata ini menjadi potensi untuk menghasilkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat lokal tetapi juga pemerintah daerah,"pungkas Dolfin Beanal. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved