Senin, 18 Mei 2026

Penanganan Stunting di Mimika

Intervensi Stunting Secara Efektif Harus Dimulai dari Kampung

"Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk penanganan stunting benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak

Tayang:
zoom-inlihat foto Intervensi Stunting Secara Efektif Harus Dimulai dari Kampung
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
PERANGI STUUNTING- Workshop pembahasan kode anggaran stunting bersama tim pendamping kampung dan distrik dalam mendukung percepatan, pencegahan penurunan stunting di Kabupaten Mimika, di Hotel Swiss-bellin, Jalan Yosudarso, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (23/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Wahana Visi Indonesia (WVI) menyebut, intervensi stunting efektif harus dimulai dari tingkat kampung dengan anggaran dialokasikan secara tepat sasaran. 

Menurut Manager Advokasi dan Pelibatan Eksternal WVI, Junito Trias, keberhasilan penanganan stunting di Papua Tengah sangat bergantung pada bagaimana kepala kampung merencanakan dan melaksanakan program-progra berfokus pada kesehatan dan gizi anak.

Baca juga: Bupati Deiyai Salurkan 1,76 Miliar untuk Pembukaan Lahan TPS dan Sekretariat Sopir Mee Yoka

"Kampung adalah pusat dari permasalahan stunting, di mana data dikumpulkan dan anak-anak berisiko berada."

"Oleh karena itu, anggaran desa harus diprioritaskan untuk program-program yang dapat memberikan dampak langsung pada penurunan angka stunting," terang Junito Trias di Hotel SwissBellin, Jalan Cenderawsih, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (23/10/2025). 

 

WVI menyoroti bahwa, masih banyak anggaran desa belum dialokasikan secara optimal untuk mengatasi stunting.

Padahal, Kementerian Desa telah memberikan arahan yang jelas bahwa isu stunting harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat kampung.

Baca juga: Bappeda Mimika Upayakan Langkah Strategis Penanggulangan Kemiskinan

Untuk memastikan anggaran tepat sasaran, WVI mendorong kepala kampung untuk tidak hanya melihat kode-kode anggaran, tetapi juga menerjemahkannya menjadi program-program konkret dapat diukur dampaknya.

Program ini misalnya, alokasi untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) harus dipastikan menjangkau anak-anak membutuhkan dan dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga: Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Undius Kogoya Meninggal Dunia

"Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk penanganan stunting benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak di kampung. Ini adalah investasi untuk masa depan Papua Tengah," tegas Junito.
 
WVI berharap, dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, intervensi stunting yang dimulai dari kampung dengan anggaran yang tepat sasaran dapat memberikan hasil yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Papua Tengah," harapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved