Senin, 4 Mei 2026

Lomba Tarian Modern Papua

SATP Juara II Lomba Tarian Modern Papua di Kuala Kencana

“Latihan kami sekitar satu minggu. Awalnya cukup sulit, tapi kami terus berlatih untuk menghafal gerakan.

Tayang:
zoom-inlihat foto SATP Juara II Lomba Tarian Modern Papua di Kuala Kencana
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
Peserta dari Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika saat menampilkan tarian modern Papua dalam lomba yang digelar di SMP YPJ Kuala Kencana, Sabtu (28/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika meraih Juara II dalam lomba tarian modern Papua yang digelar di SMP YPJ Kuala Kencana.
  • Lomba ini diikuti lima SMP di Mimika dan menjadi ajang pengembangan bakat seni generasi muda Papua.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika turut ambil bagian dalam ajang lomba tarian modern Papua yang diselenggarakan SMP YPJ Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan lomba tersebut diikuti oleh lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika, yakni SMP Negeri 2 Timika, SMP Negeri 4 Timika, SMP YPPK St. Bernardus, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), serta SMP YPJ Kuala Kencana selaku tuan rumah.

Baca juga: Putar Kopi Seri II Nabire 2026 Sukses Dilaksanakan, Nancy Raweyai: Barista Bukan Sekadar Skill

Lomba dimulai pada pukul 09.00 WIT dan menghadirkan penampilan tarian dari masing-masing sekolah dinilai oleh dewan juri profesional.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sporthall SMP YPJ Kuala Kencana dengan tujuan mengembangkan bakat siswa sekaligus melestarikan budaya Papua melalui seni tari.

Urutan penampilan diawali oleh SMP Negeri 4 Timika, dilanjutkan SMP YPJ Kuala Kencana, SMP YPPK St. Bernardus, Sekolah Asrama Taruna Papua, dan ditutup oleh SMP Negeri 2 Timika.

Kepala Sekolah SMP YPJ Kuala Kencana Timika, Nursalim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan puncak dari community project sebagai bagian dari implementasi kurikulum nasional.

Ia menjelaskan, siswa kelas IX diwajibkan melaksanakan aksi pelayanan komunitas sebelum lulus, dengan memilih bidang yang diminati seperti olahraga, seni, maupun pendidikan.

“Pada kegiatan ini, salah satu kelompok memilih bidang seni, khususnya seni tari Papua. Sebelumnya mereka sudah melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di Timika, berkomunikasi dengan kepala sekolah serta pembina tari, hingga melakukan penampilan dan presentasi tentang pentingnya melestarikan budaya Papua,” ujar Nursalim.

Baca juga: Lomba Tarian Modern Papua di SMP YPJ Kuala Kencana, Ini Para Juaranya

Menurutnya, dari rangkaian kegiatan tersebut, siswa kemudian menginisiasi lomba tari kreasi Papua yang diikuti lima sekolah sebagai puncak kegiatan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan briefing dan mengundang guru pendamping untuk menjelaskan tujuan serta teknis kegiatan. Setiap sekolah dibatasi sekitar 20 orang, terdiri dari peserta, guru pendamping, dan suporter,” jelasnya.

Sementara itu, Humas dan Pelatih ekstrakurikuler Tarian (SATP) Mimika, Franco Irahewa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sangat antusias mengikuti lomba tari kreasi Papua dan telah melakukan persiapan sejak menerima undangan.

Baca juga: Lestarikan Budaya Papua di Kabupaten Mimika, Siswa SMP YPJ Kuala Kencana Inisiasi Lomba Tari Modern

“Kami sangat antusias mengikuti lomba ini. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari dengan melibatkan 12 siswa, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Latihan dilakukan sekitar satu minggu lebih dengan rutinitas yang cukup intens,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depan sebagai wadah untuk mencari dan mengembangkan bakat generasi muda di Kabupaten Mimika, khususnya di bidang seni tari.

Menurut Franco, lomba ini menjadi momentum penting untuk mendorong semangat dan kreativitas anak-anak Papua yang memiliki banyak potensi, namun masih minim wadah untuk menyalurkannya.

Baca juga: PROFIL Febriel Buyung Sikumbang: Jenderal Kostrad Berdarah Minang-Toraja Pimpin Kodam Papua

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa menunjukkan talenta mereka. Ini juga menjadi sarana untuk membangkitkan semangat generasi muda Papua agar terus berkembang, khususnya dalam bidang pendidikan dan seni,” tambahnya.

Sementara itu, Franco menjelaskan bahwa peserta yang diturunkan merupakan siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler tari, sehingga telah memiliki dasar keterampilan menari.

Dalam perlombaan tersebut, SATP menampilkan tarian yang menggambarkan kebangkitan generasi muda Papua dari keterpurukan menuju semangat baru untuk bersatu dan maju.

Baca juga: Pasca Konflik Tapal Batas, Polisi Sebut Situasi Wilayah Kapiraya dan Kampung Wakia Aman

Salah satu siswa SATP, David Sebastian Anggaibak, mengaku bangga dapat mengikuti lomba tersebut. Ia mengatakan, meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, dirinya bersama tim tetap berusaha memberikan penampilan terbaik.

“Latihan kami sekitar satu minggu. Awalnya cukup sulit, tapi kami terus berlatih untuk menghafal gerakan. Sebelum tampil, kami juga sempat latihan lagi. Saya senang bisa ikut lomba ini dan berharap bisa menjadi juara,” ujarnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam lomba ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni tari.

Dalam hasil akhir perlombaan, SMP YPPK St. Bernardus berhasil meraih Juara I, disusul Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) sebagai Juara II, dan SMP Negeri 2 Mimika sebagai Juara III. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved