Peresmian Koperasi Merah Putih di Timika
Pilot Project Nasional, Menteri Koperasi RI Resmikan Koperasi Merah Putih di Kampung Atuka
"Sekarang masyarakat tidak boleh lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus diubah menjadi pelaku ekonomi.
Penulis: Feronika Wakkary | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/peresmian-koperasi-di-timika-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Mimika, yang ditetapkan sebagai pilot project nasional pemberdayaan ekonomi di Indonesia Timur.
- KDMP berfungsi menyalurkan barang subsidi, menyerap hasil produksi warga, serta mendorong masyarakat menjadi pelaku ekonomi melalui akses permodalan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Kamis (9/04/2026).
Koperasi Desa Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika menjadi percontohan (pilot project) nasional dalam pemberdayaan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.
Koperasi serta gudangnya diresmikan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono.
Baca juga: Pemkab Nabire Nyatakan Perang Terbuka Sikat Para Mafia BBM
Dalam sambutannya, Ferry menyebut koperasi dibentuk oleh presiden memiliki tiga fungsi viral, yaitu sebagai distributor barang subsidi, menyerap hasil produksi masyarakat mulai dari kerajinan tangan hingga hasil kebun, serta menjadi instrumen penyaluran program pemerintah agar tepat sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa, koperasi di Atuka akan menjadi tempat bersejarah dengan dimulainya kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.
Di mana program tersebut akan mengubah hidup khususnya ekonomi masyarakat.
"Sekarang masyarakat tidak boleh lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus diubah menjadi pelaku ekonomi. Masyarakat tidak lagi sekadar orang yang nabung, tetapi sekarang dibuka akses pemodalan masyarakat desa. Mereka bisa menerima akses permodalan," ujarnya.
Selain membahas terkait koperasi, Menteri koperasi RI juga mendiskusikan beberapa kegiatan-kegitan bisa mengembangkan ekonomi masyarakat, hingga mengusulkan pembangunan stasiun-stasiun pengisian Bahan Bakar Solar di daerah pesisir.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi dalam laporannya menyebut geliat ekonomi berbasis kerakyatan di Mimika sedang melonjak dengan total 452 unit koperasi, di mana 152 di antaranya telah berbadan hukum tetap.
Baca juga: Pemprov Papua Barat dan YPMAK Teken MoU Sekaligus Serahkan Kendaraan Operasional ke SMA TKN
Ia menegaskan kalau kehadiran pemerintah pusat di pesisir Papua merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mentransformasi desa dan kelurahan melalui kemandirian ekonomi.
“Koperasi memiliki potensi besar sebagai guru perekonomian rakyat yang mampu menciptakan kesejahteraan merata, baik bagi masyarakat di pesisir, perkotaan, maupun pegunungan,” ujar Samuel.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen penuh menjadikan koperasi sebagai fondasi ekonomi yang kokoh.
Baca juga: 6 Jam Tanpa Jaringan Internet, Operasional Bandara Sentani Jayapura Tetap Normal Pakai VSAT
Ia berpesan, agar pengelolaan dilakukan secara profesional dan transparan guna menjaga kepercayaan publik.
Deinas juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dinilai berhasil menghadirkan program yang menyentuh langsung lapisan masyarakat di tingkat distrik dan kampung.
"Ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat," pungaksnya.(*)