Hari AIDS Sedunia
Peringatan Hari AIDS Sedunia: Pemkab Nabire Ajak Warga Berani Tes dan Lawan Diskriminasi
Ditegaskan, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi ajang refleksi dan konsolidasi gerakan bersama.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/1-Desember-2025-hfkfkdhfjfkdndd.jpg)
Ringkasan Berita:
- Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember di Nabire diwarnai sorotan terhadap tingginya kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut.
- Plt. Sekda Nabire, Yulianus Pasang, menyatakan Pemkab berkomitmen memperkuat strategi penanggulangan, terutama dengan mendukung tema tahun ini:
- Pemkab Nabire akan memperkuat edukasi, tes, dan pengobatan ARV berkelanjutan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menggelar jalan santai bersama berbagai komunitas masyarakat.
Kegiatan dipusatkan di Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Nabire, Papua Tengah, Senin (1/12/2025), dimulai pukul 06.00 WIT.
Baca juga: Resmi Diluncurkan Bupati BLT Kesra Tahunan Perdana Paniai Disalurkan, Sinergi Pendataan Jadi Kunci
Mengusung " Biarkan Komunitas Menjadi Pemimpin," tema ini menekankan peran tak tergantikan masyarakat.
Plt Sekda Nabire, Yulianus Pasang, mengatakan momentum ini sekaligus menjadi seruan keras Pemkab agar masyarakat mengambil peran utama menanggulangi HIV dan AIDS, yang angkanya di Nabire menjadi tertinggi di Provinsi Papua Tengah.
Baca juga: Pertikaian Antarkelompok di Kalibobo Nabire Berhasi Diredam, Dipicu Masalah Perempuan
Ditegaskan, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi ajang refleksi dan konsolidasi gerakan bersama.
"Komunitas berada di garis depan untuk memberikan penyuluhan, mendorong pemeriksaan dini, mendampingi pengobatan, dan memerangi stigma," kata Yulianus.
Yulianus mengakui Nabire masih menghadapi tantangan besar, termasuk stigma dan diskriminasi yang membuat banyak orang enggan memeriksakan diri.
"Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman di wilayah pedalaman dan akses layanan kesehatan yang belum merata," akunya.
Baca juga: Abaikan Agenda Politik Desember Tokoh Pemuda Minta Mahasiswa Papua Fokus Ibadah dan Ujian Akhir
Data terakhir KPA Papua Tengah mencatat bahwa hingga semester II 2025, angka terkonfirmasi HIV dan AIDS di Nabire telah mencapai 10.824 kasus.
Angka ini menempatkan Nabire di posisi tertinggi di Papua Tengah, dari total 23.535 kasus.
Menanggapi tantangan ini, Pemkab Nabire berkomitmen memperkuat strategi penanggulangan.
Langkah tersebut yaitu meningkatkan edukasi dan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat dengan pendekatan budaya yang tepat.
Baca juga: Ajang Harmony Awards 2025, Pemkab Mimika Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Lalu, memperkuat layanan tes dan konseling di fasilitas kesehatan hingga ke kampung-kampung, serta mendukung pengobatan ARV secara berkelanjutan dan menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti gereja, masjid, dan sekolah.
"Kepada generasi muda Nabire agar melindungi diri dengan informasi yang benar, berani bertanya, dan tidak malu memeriksakan diri," pesan Yulianus. (*)