Info Papua Tengah
FKUB Ajak Masyarakat Papua Tengah Jaga Kamtibmas
"Sinergi antara FKUB tingkat kabupaten dan provinsi sangat krusial, untuk itu Kami melakukan pendekatan keagamaan
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/fkub-ppt-addi.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan harmoni sosial di wilayah Bumi Cendrawasih.
Langkah konkret ini diambil dengan mengerahkan puluhan relawan untuk menjamin keamanan masyarakat di Nabire yang merupakan ibu kota provinsi.
Baca juga: Basarnas Timika Selamatkan 8 Penumpang Insiden Long Boat Dihantam Ombak di Asmat
Ketua FKUB Papua Tengah, Ignatius Adii mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menciptakan suasana yang kondusif.
Dia menekankan, dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya beban aparat keamanan, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga.
"Kita harus jaga Papua, khususnya Nabire sebagai ibu kota agar tetap aman, supaya setiap kegiatan, baik ibadah maupun aktivitas sosial, harus dapat berjalan kondusif," kata Ignatius kepada awak media termasuk TribunPapuaTengah.com, di Nabire, Senin (23/3/2026).
Selain itu menurut Ignatius, FKUB Papua Tengah tidak hanya memberikan imbauan secara lisan.
Baca juga: TPNPB-OPM Betanggungjawab Atas Penembakan Prajurit TNI di Maybrat
Namun sebagai langkah nyata, lembaga keagamaan ini telah mengaktifkan program pengamanan swadaya yang melibatkan 60 orang relawan dari unsur lintas agama.
Para relawan ini ditempatkan di berbagai titik strategis di Nabire untuk membantu memantau situasi dan memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas.
Menurut Ignatius, kehadiran relawan ini adalah bukti bahwa, toleransi di Papua Tengah telah menjadi praktik nyata di lapangan, bukan sekadar slogan.
Baca juga: Puncak Mudik Idul Fitri 2026 di Bandara Frans Kaisiepo Biak Tembus 1.102 Penumpang
Menyadari keragaman demografi di Nabire, FKUB mengedepankan komunikasi sebagai kunci utama pencegahan konflik.
Dia mengungkapkan, FKUB juga rutin menggelar pertemuan dua hingga tiga kali dalam sebulan.
Hal ini untuk memetakan potensi gangguan keamanan di akar rumput.
"Sinergi antara FKUB tingkat kabupaten dan provinsi sangat krusial, untuk itu Kami melakukan pendekatan keagamaan yang persuasif agar isu miring dapat diredam dengan cepat sebelum meluas," jelasnya.
Baca juga: Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan di Momen Idui Fitri, Bupati Mansnembra Kunjungi RSUD Biak
Selain itu Ignatius mengingatkan, kepatuhan masyarakat terhadap ajaran agama merupakan, fondasi utama ketertiban umum.
Dia meyakini, jika setiap individu hidup dengan rasa takut akan Tuhan dan menjunjung tinggi rasa hormat, maka kedamaian akan tercipta secara alami.
"Dengan penguatan sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah, FKUB berharap Papua Tengah dapat terus menjadi wilayah yang harmonis dan aman bagi seluruh warganya," pungkasnya. (*)
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
FKUB Kabupaten Nabire
Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah Ignatius Robertus
FKUB Provinsi Papua Tengah
| Atasi Kekurangan Tenaga Medis, Dinkes Papua Tengah Lakukan Pemutakhiran Data |
|
|---|
| Cium Kejanggalan Kuota Liga 4, Papua Tengah Desak Transparansi PSSI |
|
|---|
| 4 Prajurit Satgas Rajawali IV Yonif 303/SSM Disambar Petir di Bukit Kandoe Distrik Sinak Puncak |
|
|---|
| Henes Sondegau Tantang Satgas Penertiban Kawasan Hutan Buka Hasil Pemeriksaan ke Publik |
|
|---|
| Sinergi Hukum, Pemprov dan KPU Papua Tengah Resmi Jalin Kerja Sama Dengan Kejati |
|
|---|