Minggu, 17 Mei 2026

Kisah Yonal Bagabau

Kisah Yonal Bagabau Dibalik Dapur MBG Gerbang Sadu Wadio Nabire

"Sudah empat bulan saya bekerja di sini. Walau sederhana, namun tugas yang ini jadi berkat bagi saya," ungkap Yonal

Tayang:
zoom-inlihat foto Kisah Yonal Bagabau Dibalik Dapur MBG Gerbang Sadu Wadio Nabire
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
Tampak Yonal Bagabau saat diwawancarai TribunPapuaTengah.com, tentang kisahnya sebelum bekerja sebagai pekerja MBG di SPPG Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu, (16/5/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Disudut  dapur SPPG Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah bunyi sendok dan gemercik air mengalir menjadi saksi bisu perjuangan seorang pria bernama Yonal Bagabau.

Tangan yang dulunya akrab dengan botol minuman keras itu, kini sibuk membasuh ompreng makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Empat bulan sudah Yonal merajut kembali martabatnya sempat hancur.

Baca juga: Jelang Diklatda-Forbisda, HIPMI Papua Tengah Sulap Jalur CFD Nabire Jadi Arena Pemberdayaan UMKM

Bagi sebagian orang, pekerjaan membersihkan wadah sisa makanan mungkin terasa sepele.

Namun bagi Yonal, pekerjaan sederhana ini adalah mukjizat terbesar dalam hidupnya penuh lika-liku.

Yonal mengatakan, dia mulai bekerja di SPPG Gerbang Sadu Wadio, Sejak Februari 2025.

"Sudah empat bulan saya bekerja di sini. Walau sederhana, namun tugas yang ini jadi berkat bagi saya," ungkap Yonal dengan mata yang berkaca-kaca kepada TribunPapuaTengah.com, Sabtu (16/5/2026).

Sebelum pintu SPPG Gerbang Sadu terbuka untuknya kehidupan Yonal diselimuti kegelapan.

Putus asa karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan membuat dirinya terperosok ke dalam lingkaran hitam.

Saban hari dia hanya menghabiskan waktu untuk mabuk-mabukan.

Ketika uang habis, dia dan teman-temannya nekat melakukan pemalangan jalan demi mendapatkan sepeser rupiah untuk kembali membeli minuman keras.

Baca juga: Mimika Dilanda Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akhir Pekan

​"Alasan saya lakukan ini karena stres tidak ada pekerjaan. Mau kerja di mana tidak ada mau terima saya untuk kerja," ujar Yonal.

​Pengalamannya seolah dunia menutup mata dan menguncinya dalam stigma.

Di tengah rasa putus asa hampir mencapai puncaknya keajaiban itu datang lewat program MBG.

SPPG Gerbang Sadu mengulurkan tangan, memanggilnya untuk bekerja dan memberinya kesempatan saat semua orang berpaling.

Baca juga: Ganti Coolant Kini Lebih Mudah dengan Aplikasi Motorku X

Pekerjaan ini bukan sekadar tentang mencari nafkah melainkan sebuah jalan pulang bagi Yonal untuk menjadi manusia yang baru.

​Kini, dari keringatnya membersihkan wadah makan, Yonal mampu membawa pulang rezeki halal ke rumahnya.

Ada asap dapur bisa mengepul, dan ada harga diri berhasil ditegakkan kembali di dalam rumah.

Baca juga: Air Mata di Balik Debu Jalan Trans Papua, Kisah Abian Menjemput Harapan di Dapur MBG Nabire

​Oleh karena itu, dengan penuh harapan dan nada suara memohon, Yonal berharap program ini tidak boleh pernah berakhir.

​"MBG tidak boleh setop. Karena dari sini, saya bisa dapat kerja dan gaji untuk beli makan, maupun keperluan lainnya di dalam rumah," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved