Penembakan di Nabire
Serang Warga Sipil di Kali Semen Nabire, Ali Kabiay: Aibon Kogoya Pengecut
"Ini hanya merusak tatanan bernegara, mengganggu proses pembangunan, dan Kamtibmas di Papua Tengah," ujarnya.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/sekjen-mpm-ali.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuatengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah pimpinan Aibon Kogoya terhadap warga sipil di Kilo 20, Kalisemen, Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada, Jumat, 17/10/2025 pukul 10.00 WIT menggemparkan warga.
Pasalnya, jarak tempat kejadian itu cukup dekat dengan pusat kota Nabire.
Baca juga: Anindya Bakrie Lantik Pengurus Kadin Papua Tengah, Meki: Lakukan Hal Positif dan Tolong Masyarakat
Ketua Pemuda Adat Saireri II Nabire, Ali Kabiay mengatakan, itu merupakan aksi pengecut.
"Mereka hanya berani menembak warga sipil yang tidak bersalah," kata Ali kepada TribunPapuaTengah.com, Sabtu (18/10/2025).
Menurut dia, aksi-aksi dilakukan Aibon juga sangat tidak terpuji.
"Ini hanya merusak tatanan bernegara, mengganggu proses pembangunan, dan Kamtibmas di Papua Tengah," ujarnya.
Ali mengatakan, Nabire ini merupakan ibu kota Papua Tengah di mana, saat ini sedang gencar-gencarnya membangun.
Baca juga: Semangat Sumpah Pemuda Menyala di Jayapura: 16 Tim E-sport Berkompetisi Jaga Sportivitas
Nabire juga sebagai barometer dan seluruh lapisan masyarakat ada di kabupaten ini.
Ali minta aparat keamanan dapat selalu menjaga titik-titik vital di daerah ini, terutama di jalan trans Nabire-Paniai, atau Kilo 100, lalu muara Kali Wanggar, Jalan belakang Jati Dharma Indah sehingga kelompok separatis tidak masuk.
"Saya harap ini menjadi pertimbangan," pungkasnya.
Baca juga: Menhan RI dan Panglima TNI Lakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Mimika
Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban wilayah masing-masing, agar Nabire menjadi tempat aman.
"Saya minta kelompok kriminal bersenjata untuk sadar dan kembali ke Republik Indonesia agar bisa dilibatkan dalam pembangunan di Papua Tengah. (*)