Kamis, 7 Mei 2026

Persipura

DPC Peradi Jayapura Bentuk TIFA 08: Awasi Wasit-Transparansi VAR pada Playoff Persipura vs Adhyaksa

Guna menjamin objektivitas, TIFA 8 mendesak PSSI untuk mendatangkan wasit asing pada laga hidup mati ini.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto DPC Peradi Jayapura Bentuk TIFA 08: Awasi Wasit-Transparansi VAR pada Playoff Persipura vs Adhyaksa
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PERSPURA VS ADHYAKSA FC BANTEN - FLAYER TIFA 08. Foto Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • TIFA 8 bentukan DPC Peradi Jayapura kawal ketat laga playoff Persipura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe (8/5/2026.
  • Mereka mendesak PSSI gunakan wasit asing dan VAR guna cegah kecurangan. Langkah ini diambil demi menjaga sportivitas dan menghindari konflik akibat trauma kepemimpinan wasit masa lalu.
  • TIFA 8 menuntut keadilan agar Mutiara Hitam kembali ke kasta tertinggi secara terhormat.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Aroma persaingan panas menjelang laga berharga promosi kasta tertinggi BRI Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura menjamu Adhyaksa FC Banten memicu lahirnya gerakan pengawasan independen.

DPC Peradi Jayapura resmi membentuk Tim Independen Fair Play (TIFA 08) guna mengawal integritas pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).

Tim ini dibentuk sebagai respons atas trauma kolektif publik sepakbola Papua terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai kerap merugikan tim Mutiara Hitam pada medio 2009 dan 2022.

Baca juga: Jamu Persiku Hari Ini Jadi Langkah Penentu Persipura ke Liga 1

Ketua TIFA 08, Billy Marcelino Maniagasi, menegaskan bahwa kehadiran tim ini bertujuan untuk meminimalisasi potensi konflik horizontal akibat ketidakadilan di lapangan hijau. 

Pihaknya menuntut Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menunjuk perangkat pertandingan yang memiliki rekapitulasi kinerja bersih.

"Kami menuntut penunjukan wasit berlisensi FIFA atau setidaknya perangkat pertandingan terbaik yang memiliki rekam jejak tanpa cela," ujar Billy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2026).

TIFA 08 secara khusus menyoroti riwayat pertandingan Adhyaksa FC Banten yang kerap diwarnai keputusan kontroversial dari pengadil lapangan.

Beberapa laga sebelumnya saat melawan PSPS Pekanbaru, Persekat Tegal, dan Persiraja Banda Aceh menjadi catatan merah karena adanya anomali waktu tambahan serta penganuliran gol lawan.

Guna menjamin objektivitas, TIFA 08 mendesak PSSI untuk mendatangkan wasit asing pada laga hidup mati ini.

Baca juga: Lewat Aksi Lugo dan Sroyer, Persipura Benamkan Persiku 2:0, Jaga Asa Promosi Liga 1

Penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) juga menjadi poin utama yang diminta agar diaktifkan secara maksimal sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan.

Sekretaris TIFA 8, Helmy, menambahkan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan untuk menjaga marwah kompetisi profesional. Tim ini tidak akan mentoleransi adanya kelalaian yang berujung pada keberpihakan kepada salah satu klub.

"Jangan sampai keputusan krusial di kotak penalti atau pemberian kartu merah lahir dari subjektivitas yang dipaksakan," tegas Helmy.

Selain aspek teknis pertandingan, tim yang beranggotakan para advokat ini juga menaruh perhatian besar pada faktor keamanan di stadion.

Aparat keamanan diharapkan bertindak tegas terhadap oknum yang berupaya merusak sportivitas, baik dari bangku cadangan maupun dari tribun penonton.

Sebagai informasi Persipura Jayapura dipastikan bakal tampil habis-habisan demi mengamankan tiket kembali ke kasta tertinggi sepakbola nasional.

TIFA 08 optimistis Mutiara Hitam mampu meraih kemenangan secara terhormat asalkan perangkat pertandingan bekerja dengan prinsip keadilan yang absolut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved