Selasa, 19 Mei 2026

Harhubnas 2025

Harhubnas 2025, Dishub Kunci Percepatan Sektor Ril dan Visi Indonesia Emas 2045

‎"Selain mendorong transportasi ramah lingkungan, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan sistem transportasi

Tayang:
zoom-inlihat foto Harhubnas 2025, Dishub Kunci Percepatan Sektor Ril dan Visi Indonesia Emas 2045
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
HARI PERHUBUNGAN NASIONAL- Upacara Harhubnas dipusatkan di halaman Kantor Dishub Papua Tengah, Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (17/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- ‎‎Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah ‎peringati Perhubungan Nasional (Harhubnas) 17 September 2025, Menteri Perhubungan mengatakan, Dinas Perhubungan kunci percepatan sektor ril dan visi Indonesia Emas 2045.

‎‎Upacara Harhubnas dipusatkan di halaman Kantor Dishub Papua Tengah, SiriWini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (17/9/2025), pagi pukul 08.00 WIT.

Baca juga: Wapres Gibran ke Papua, Agus Fatoni: Kita Dapat Perhatian Khusus 

‎Dalam upacara tersebut, Gubernur Papua Tengah diwakili Asisten Administrasi Umum, Zakharias F. Marey, membacakan amanat Menteri Perhubungan RI.

‎Kegiatan berlangsung khidmat itu, dihadiri para insan transportasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dishub Papua Tengah.

‎Dalam amanatnya, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa transportasi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

 

Pada kutipan amanat itu, Sistem transportasi yang terhubung dan terintegrasi dinilai mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, energi, dan membuka akses pendidikan serta lapangan kerja bagi masyarakat luas.

‎“Transportasi adalah tulang punggung mobilitas masyarakat dan pondasi penting untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Kita harus mampu menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kutipan amanat Menteri, dibacakan Zakharias.

Baca juga: Ujaran RASIS di Yalimo Berujung Ricuh, 6 Personel TNI Satgas Maleo dan Tiga Luka Berat Dievakuasi

‎Menteri menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi sektor transportasi, mulai dari keterbatasan anggaran hingga tuntutan transparansi dan perbaikan layanan publik.

‎Lebih lanjut, skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) terus didorong sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur transportasi yang lebih berkelanjutan.

‎"Selain mendorong transportasi ramah lingkungan, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan sistem transportasi cerdas berbasis digital untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan layanan, termasuk menjangkau daerah terpencil dan wilayah perbatasan," kutipan amanat itu.

Baca juga: Wapres Gibran Cek Pelaksanaan MBG di Kabupaten Jayapura 

‎Pada kesempatan tersebut, disampaikan juga, Presiden RI telah meluncurkan Paket Ekonomi 2025 (8+4+5), yang salah satunya mencakup program padat karya tunai melalui Kementerian Perhubungan.

‎Ia berharap Program itu mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

‎“Harhubnas adalah milik kita semua. Dengan semangat Bakti Transportasi untuk Negeri, mari kita terus bergandengan tangan, menghadirkan transportasi yang melayani dengan sepenuh hati dan memberi manfaat nyata bagi bangsa,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved