Senin, 18 Mei 2026

Info Jayawijaya

Pasca-Bentrok di Syukuran Bupati Jayawijaya, Pemkab Diminta Evaluasi Perayaan Bakar Batu

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kericuhan bermula saat sekelompok orang dalam kondisi mabuk datang dan mengikuti acara.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pasca-Bentrok di Syukuran Bupati Jayawijaya, Pemkab Diminta Evaluasi Perayaan Bakar Batu
Tribun-Papua.com/Noel
ACARA SYUKURAN BERUBAH JADI PETAKA- Tampak kepulan asap saat bentrok pada syukuran Bupati-Wabup Jayawijaya, Foto: Tribun-Papua.com/Noel 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, WAMENA- Perayaan syukuran Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya di Lapangan Sepak Bola Kama, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (16/03/2025) berakhir ricuh, memicu desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mengevaluasi penyelenggaraan acara tradisi bakar batu yang melibatkan massa besar.

Bentrokan massal yang dipicu oleh sekelompok orang mabuk minuman keras (miras) ini, mengakibatkan sejumlah orang terluka dan kerusakan fasilitas umum.

Baca juga: Pesta Syukuran Berujung Petaka: Bentrok Warnai Acara Bupati Jayawijaya, Kendaraan Dibakar

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kericuhan bermula saat sekelompok orang dalam kondisi mabuk datang dan mengikuti acara.

"Saya menyaksikan langsung kejadian dari awal hingga akhir. Masyarakat saling lempar batu dan anak panah tanpa terkendali," ungkap Ketua KNPI Jayawijaya, Unad Ginia Tabuni.

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya telah berulang kali meminta massa untuk berhenti melempar, namun tidak diindahkan.

"Mereka yang memulai konflik rata-rata dalam keadaan mabuk," tegasnya.

Baca juga: Sentuhan Prajurit TNI di TMMD ke-123: Rumah Layak Huni Hadir untuk Warga Kampung Kbusdori Biak

Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, menjelaskan bahwa kericuhan bermula saat sekelompok orang yang dipengaruhi miras memasuki lokasi acara bakar batu.

"Tidak lama kemudian, terjadi aksi pelemparan batu dan kayu dari arah areal bakar batu ke arah panggung," ujarnya.

Aksi tersebut memicu balasan dari massa di tengah panggung, sehingga terjadi bentrokan.

"Massa semakin banyak dan brutal, melakukan pembakaran dan perusakan kendaraan di sekitar lokasi, termasuk kendaraan dinas Polres Jayawijaya," tambahnya.

Aparat kepolisian dan TNI berhasil meredam kericuhan pada pukul 17.16 WIT.

Untuk mengantisipasi kericuhan susulan, aparat melakukan patroli dan penyekatan di sejumlah titik.

Baca juga: Kebakaran di Timika Tadi Malam: Rumah Ludes, Petugas Damkar Terluka saat Padamkan Api

Sementara itu, Tokoh intelektual Jayawijaya, Benyamin Lagoan, mendesak agar Pemkab Jayawijaya melakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa ini.

"Membiarkan konflik berlalu tanpa proses hukum hanya akan menyuburkan konflik baru," katanya.

Lagoan juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap penyelenggaraan acara dengan massa besar, khususnya tradisi bakar batu. "Jangan sampai darah masyarakat dikorbankan sia-sia," tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi Pemkab Jayawijaya dan pihak terkait untuk memperketat pengawasan dan pengendalian massa dalam setiap acara publik, khususnya yang melibatkan tradisi bakar batu.

Pemkab Jayawijaya diharapkan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved