Hardiknas 2025
2 MEI: Mengenang Ki Hadjar Dewantara dan Semangat Pendidikan Nasional di Indonesia
Tanggal 2 Mei memiliki kaitan erat dengan kelahiran seorang tokoh pendidikan yang pemikirannya melampaui zamannya, yakni Ki Hadjar Dewantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/2-Mei-2025-Sejarah-Hari-Pendidikan.jpg)
Di belakang, seorang pendidik harus mampu memberikan dorongan dan arahan.
Baca juga: Soroti Kesejahteraan, Buruh Kabupaten Mimika Lantangkan Aspirasi di May Day 2025
Pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan menekankan pada pentingnya memerdekakan jiwa dan raga peserta didik, menumbuhkan budi pekerti luhur, serta mengembangkan potensi anak sesuai dengan minat dan bakatnya.
Dia meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan berpikir dan berkarya.
Setelah kemerdekaan Indonesia, jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara dalam memajukan pendidikan diakui secara nasional.
Baca juga: Pesan Penting Tokoh Papua dalam Diskusi Integrasi: Generasi Muda Garda Terdepan Kebersamaan
Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Penetapan ini bukan hanya sebagai penghormatan atas hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, tetapi juga sebagai pengingat akan cita-cita luhur beliau untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Setiap tahun, peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan pendidikan di Indonesia.
Berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, hingga relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman.
Semangat "Tut Wuri Handayani" yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara harus terus diaktualisasikan dalam setiap kebijakan dan praktik pendidikan.
Baca juga: Memaknai Sejarah Papua Bergabung ke NKRI, BMP RI Papua Tengah Gelar Diskusi Publik Hari Integrasi
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan memiliki peran yang semakin krusial dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Peringatan Hardiknas seharusnya tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi juga menjadi pemicu untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Dengan mengenang Ki Hadjar Dewantara dan merenungkan filosofi pendidikannya, kita diingatkan kembali bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Semangat perjuangan beliau untuk memajukan pendidikan harus terus kita warisi dan implementasikan demi terwujudnya cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Selamat Hari Pendidikan Nasional! (*)