Info Nabire
Tanggapi Aksi Protes Warga, Bupati Nabire Janji Segera Evaluasi Kinerja Kepala Kampung Senoba
Merespon tuntutan warga, Bupati Mesak mengakui bahwa permasalahan di Kampung Sanoba bukanlah persoalan yang baru.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/6-Mei-2025-Senobaaa.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Bupati Nabire, Mesak Magai, menyikapi aksi protes yang dilakukan sekelompok warga Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Papua Tengah.
Merespon tuntutan warga, Bupati Mesak mengakui bahwa permasalahan di Kampung Sanoba bukanlah persoalan yang baru.
Ia menyebutkan beberapa kali warga melakukan aksi serupa terkait fasilitas publik.
"Kadang mereka palang Puskesmas, Palang Balai Kampung, Palang SD, jadi itu bukan hal baru di Sanoba," ungkap Bupati Mesak kepada Tribun-PapuaTengah.com, Selasa (6/5/2025).
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Pemkab Nabire akan segera mengambil tindakan.
Baca juga: Menuju Kota Wisata, Bupati Mesak Instruksikan Semua Baliho di Dalam Kota Nabire Harus Dicopot
Langkah awal yang akan dilakukan adalah mengevaluasi kinerja kepala kampung yang diprotes warga.
"Jadi kita akan lakukan evaluasi," tegasnya.
Setelah proses evaluasi selesai, Bupati Mesak menyatakan akan menggelar pemilihan ulang kepala kampung secara serentak.
Ia pun menargetkan pelaksanaan pemilihan tersebut dapat dilakukan dalam tahun ini atau paling lambat tahun depan.
Lebih lanjut, Bupati Mesak juga menyinggung perihal status kampung adat di beberapa wilayah, termasuk Kampung Samabusa.
Baca juga: Terobosan Pendidikan Nabire, Bupati Mesak Kirim Putra Daerah Tempuh Pendidikan Dokter di Jawa
Menurutnya, mekanisme pemilihan kepala kampung di wilayah adat akan diatur secara khusus melalui peraturan bupati (Perbup), di mana masyarakat asli setempat akan memiliki peran sentral dalam menentukan pemimpin mereka.
"Seperti di Samabusa, itu adalah kampung adat, untuk itu, dalam pemilihannya, masyarakat asli disitu yang nanti saling menentukan, apakah nanti mereka libatkan suku lain atau tidak, nanti kita dalam Perbup," pungkasnya.
Sekadar diketahui, sekelompok warga di Kampung Sanoba menggelar aksi protes terhadap kinerja kepala kampung setempat.
Baca juga: Optimalkan Kinerja Demi Program Prioritas, Bupati Nabire Kembali Ingatkan ASN
Dalam aksi yang berlangsung di halaman Kantor Desa Sanoba, pada Jumat (2/5/2025) itu, warga meminta agar kepala kampung harus diganti lantaran tidak melakukan kinerja dengan baik.
Sebagaimana yang disampaikan satu dari warga RT 05, Kampung Sanoba, Diana Trangen bahwa, pelayanan masyarakat selama ini tidak maksimal.
Kemudian menurut Diana, sudah dua setengah tahun kepala desa juga tidak melaksanakan tugas dengan baik.
"Jadi kami minta kepada bupati untuk turun ke Kampung Sanoba," kata Diana. (*)
TribunPapuaTengah.com
Kampung Sanoba
Kabupaten Nabire
Papua Tengah
aksi protes
Mesak Magai
kampung adat
| 7 Dapur MBG di Nabire Tutup, Legislator Gerindra Soroti Hal Ini |
|
|---|
| Demi Kesejahteraan Rakyat, Politisi Gerindra Minta Penggunaan Otsus di Nabire Harus Transparan |
|
|---|
| GEGER! Warga Kalisusu Nabire Temukan Pendamping Kampung Meninggal Dunia di Kamar Kos |
|
|---|
| Warga Kalibobo Keluhkan Drainase Rusak ke DPR Nabire, Imanuel Rumbewas Janji Kawal Aspirasi |
|
|---|
| Absensi Digital Diperketat Selama WFH, ASN Pemkab Nabire yang Tak Produktif Terancam Sanksi Ini |
|
|---|