Kamis, 11 Juni 2026

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Mengukir Pilar Bangsa: Berikut Sejarah Hari Lahirnya Pancasila

Pancasila, lebih dari sekadar lima sila, Pancasila adalah jiwa, jati diri, dan panduan arah bagi bangsa Indonesia dalam mengarungi dinamika zaman. 

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Mengukir Pilar Bangsa: Berikut Sejarah Hari Lahirnya Pancasila
Istimewa
SEJARAH HARI LAHIR PANCASILA- Ilustrasi Foto: Istimewa 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA- Setiap tanggal 1 Juni, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila.

Momentum ini bukan sekadar libur nasional, melainkan pengingat akan sebuah proses pemikiran mendalam yang melahirkan dasar negara kita,

Pancasila, lebih dari sekadar lima sila, Pancasila adalah jiwa, jati diri, dan panduan arah bagi bangsa Indonesia dalam mengarungi dinamika zaman. 

Baca juga: Apa Kabar Penyelesaian Kasus Penembakan Tobias Silak? Dewan Gereja Papua Buka Suara

Namun, tahukah kita bagaimana sebenarnya "hari lahir" ini ditetapkan dan apa saja peristiwa penting yang menyertainya?

Bibit Pemikiran untuk Indonesia Merdeka

Kisah Hari Lahirnya Pancasila tak bisa dilepaskan dari Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang,

Dokuritsu Junbi Cosakai, yang dibentuk pada 29 April 1945. BPUPKI memiliki tugas mulia untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara.

Pada sidang pertama BPUPKI yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh bangsa bergotong royong menyampaikan gagasan-gagasan fundamental mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Keluarkan Surat Imbauan Kamtibmas Pasca-Pembacokan Anggota Polisi 

Debat dan diskusi berlangsung alot, mencerminkan keragaman pemikiran namun dengan satu tujuan: mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berlandaskan nilai-nilai luhur.

Pidato Soekarno dan Lima Mutiara

Di tengah kebuntuan dan beragamnya usulan, pada 1 Juni 1945, Ir  Soekarno tampil ke mimbar dengan sebuah pidato yang menggugah.

Dalam pidatonya yang fenomenal tersebut, Soekarno mengemukakan lima prinsip dasar yang ia namakan Pancasila.

Ia bukan hanya menyajikan konsep, tetapi juga menjelaskan esensi dari setiap sila, menjadikannya satu kesatuan yang utuh. Kelima prinsip yang ia ajukan adalah:

Baca juga: 36 Tahun Mengabdi, Mursaling Kepala BNNK Mimika Naik Pangkat dari Kompol ke AKBP

Kebangsaan Indonesia (yang kemudian berkembang menjadi Persatuan Indonesia)

Internasionalisme atau Perikemanusiaan

Mufakat atau Demokrasi

Kesejahteraan Sosial 

Ketuhanan Yang Maha Esa

Baca juga: IPMADO Desak Proses Hukum Penembakan Sipil Dogiyai, Minta Kapolres Bertanggungjawab

Soekarno menegaskan bahwa Pancasila bukanlah ideologi impor, melainkan kristalisasi nilai-nilai luhur yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Ia bahkan menawarkan pilihan lain jika Pancasila dirasa terlalu panjang, yaitu "Eka Sila" (Gotong Royong).

Namun, yang paling fundamental adalah semangat persatuan dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya.

Pidato Soekarno ini mendapat sambutan luar biasa dari para anggota BPUPKI.

Meskipun demikian, rumusan final Pancasila masih memerlukan penyempurnaan.

Baca juga: Mimika Sedang Berjuang Turunkan Angka Kemiskinan, Begini Penjelasan Johannes Rettob

Tugas ini kemudian diserahkan kepada Panitia Sembilan, yang berhasil merumuskan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, cikal bakal Pembukaan UUD 1945.

Dalam Piagam Jakarta inilah Pancasila secara tertulis pertama kali dicantumkan, meskipun dengan sedikit perbedaan redaksi, khususnya pada sila pertama.

Dari Pidato ke Penetapan

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila tidak terjadi seketika setelah pidato Soekarno.

Butuh waktu puluhan tahun hingga akhirnya Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 secara resmi menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadikannya hari libur nasional.

Baca juga: Branding “Mimika Rumah Kita” Johannes Rettob: Ditetapkan Jadi Kota Harmoni Beragama di Indonesia

Keputusan ini didasari pada pertimbangan historis bahwa pada tanggal itulah gagasan Pancasila pertama kali disampaikan secara sistematis oleh Ir. Soekarno.

Pancasila Abadi dalam Sanubari Bangsa

Hari Lahirnya Pancasila mengingatkan kita bahwa dasar negara ini lahir dari proses yang panjang, melibatkan pemikiran cerdas dan pengorbanan para pendiri bangsa.

Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan sebuah kontrak sosial yang mengikat seluruh elemen bangsa.

Ia adalah rumah besar bagi keberagaman, penjaga persatuan, dan kompas moral dalam berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Puncak Jaya Tegang, 11 Rumah Pegawai Hingga Gembala Dibakar 

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila berarti menghidupkan kembali semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Ini adalah tugas kita bersama untuk terus menjaga, mengamalkan, dan mewariskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi mendatang, agar Indonesia senantiasa kokoh berdiri di atas pilar-pilar yang telah diukir oleh para pendiri bangsa. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved