Update Napi Lapas Nabire Kabur

UPDATE-Razia Lapas Nabire Ungkap Temuan Mengejutkan Mulai HP, Sajam hingga Noken Bintang Kejora

Aparat gabungan menggelar razia besar-besaran di Lapas Nabire pada Selasa (3/6/2025) dari pukul 21.00 hingga 24.00 WIT.

Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
Istimewa
RAZIA DI LAPAS NABIRE- Tim gabungan TNI, Polri beserta Kanwil Dirtjenpas Provinsi Papua melakukan razia, dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di Lapas Nabire. Foto: Istimewa 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Misteri kaburnya 19 narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, pada Senin (2/6/2025) kian mendalam. 

Dari jumlah tersebut, 11 napi diduga terafiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), sontak memicu respon cepat dari aparat gabungan TNI dan Polri.

Tidak tinggal diam, personel TNI dan Polri terus berupaya mengungkap keberadaan para napi.

Sebagai bagian dari penyelidikan intensif, aparat gabungan menggelar razia besar-besaran di Lapas Nabire pada Selasa (3/6/2025) dari pukul 21.00 hingga 24.00 WIT.

Baca juga: Konflik Intan Jaya: Natalis Pigai Dorong Mahasiswa Papua Ungkap Fakta ke Komnas HAM

Razia ini dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel DTatiratu, dengan melibatkan 235 personel gabungan.

Temuan Barang Terlarang

Hasil razia mengejutkan: petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang.

Di antaranya adalah 38 unit ponsel berbagai jenis, berbagai jenis senjata tajam seperti pisau, parang, gunting, dan obeng, serta sejumlah noken bermotif bintang kejora.

Samuel menjelaskan bahwa barang-barang tersebut disembunyikan di berbagai tempat, mulai dari dalam kotak, ditanam di area tanaman, hingga diletakkan di sekitar tempat tidur dan kamar mandi. 

"Diduga barang-barang itu disembunyikan untuk menghindari pemeriksaan," terangnya dalam rekaman singkat yang diperoleh Tribun-PapuaTengah.com, Rabu (4/6/2025).

Baca juga: Demi Kesembuhan Optimal, Bripda Josua Korban KKB di Yahukimo Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta

Barang bukti yang ditemukan ini akan didalami untuk mengungkap jaringan atau pola komunikasi yang digunakan para napi yang kabur.

"Semoga hasil penyelidikan nanti dapat mengerucut ke pihak-pihak yang terlibat dalam pelarian para napi," imbuh Semuel.

Perburuan Napi Terus Berlanjut

Selain razia, Samuel menegaskan bahwa upaya pencarian para napi terus dilakukan di beberapa titik, seperti Topo menuju Uwapa, Kilo 100, Siriwo, dan Yaro.

"Seluruh upaya ini dilakukan bersama TNI serta pemangku kepentingan terkait," tegasnya.

Ia juga berharap dukungan penuh dari masyarakat Kabuaten Nabire. 

Baca juga: Asal-usul Parang Digunakan Narapidana Untuk Bacok Petugas Lapas Kelas IIB Nabire Masih Didalami

Jika ada informasi mengenai keberadaan para napi, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib.

"Sehingga kami dapat mempersempit ruang gerak mereka. Intinya, kami terus berkoordinasi agar para pelaku dapat segera diungkap," tandasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Provinsi Papua, Fery Yohanes, menambahkan bahwa barang bukti yang ditemukan memang tidak sesuai ketentuan dan sangat membahayakan warga binaan.

Baca juga: Dirjenpas RI Tinjau Lapas Kelas IIB Nabire pasca-19 Narapidana Kabur

Barang-barang tersebut kini telah diamankan di Polres Nabire untuk proses lebih lanjut.

Fery juga mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara pihaknya dengan aparat keamanan dalam pelaksanaan razia ini.

"Saya berharap ke depan, sinergitas ini dapat ditingkatkan lagi," ujarnya. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved