Pengoperasian Tambang Nikel Raja Ampat
Pengoperasian Tambang Nikel di Raja Ampat Sudah Keterlaluan, Begini Respon Agus Anggaibak
Dia pun berharap, pemerintah pusat dapat mengambil langkah cepat untuk melihat apa yang terjadi di Raja Ampat.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/28-Mei-2025-Tambang-ilegalll.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-Papuatengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Raja Ampat, merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Bumi Cenderawasih.
Dengan keindahan alam yang ada, daerah ini mampu menarik pengunjung mancanegara untuk datang ketempat itu.
Baca juga: TMMD Untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua dan Sebuah Harapan Nyata
Sesuai data BPS sejak 2022, jumlah kunjungan wisatawan Amerika Serikat sebesar 188.764 kunjungan.
Kemudian, jumlah itu terus meningkat, dari Januari hingga November 2024 mencapai 384.835 kunjungan.
Dengan angka kunjungan yang ada, Raja Ampat mampu menarik wisatawan yang begitu besar.
Namun sayangnya, keindahaan alam yang Raja Ampat, mulai rusak karena telah dikerok oleh perusahaan tambang nikel hingga akhirnya menjadi perhatian publik.
Bahkan pengrusakan yang terjadi juga telah disuarakan oleh Greenpeace karena dengan masuknya perusahaan tambang nikel itu.
Tambang bisa mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati dan ekowisata di Raja Ampat.
Baca juga: Gedung Kosong SMA di Kabupaten Nduga Dibakar OTK
Semua orang angkat bicara dan meminta agar perusahaan tersebut dapat menghentikan proses pengerjaan di Raja Ampat.
Menyikapi hal ini, Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak pun angkat bicara.
Agustinus mengatakan, apa yang terjadi di raja ampat itu sudah keterlaluan.
"Itu harus ada solusi," kata Agustinus, Sabtu (7/6/2025).
Baca juga: Petugas Bandara Sentani Amankan Calon Penumpang Tujuan Timika Bawa 745 gram Paket Ganja
Dia pun berharap, pemerintah pusat dapat mengambil langkah cepat untuk melihat apa yang terjadi di Raja Ampat.
"Pemerintah harus sadar akan hal ini," ujarnya.
Dengan berbagai harapan yang terus disampaikan dari Bumi Cenderawasih, maka diharapkan, dapat memberikan jawaban pasti kepada seluruh masyarakat Papua yang hidup di Raja Ampat. (*)
TribunPapuaTengah.com
Pemerintah Provinsi Papua Tengah
Provinsi Papua Barat Daya
Kota Sorong
Kabupaten Raja Ampat
save raja ampat
Agustinus Anggaibak
MRP Papua Tengah
| Operasi Militer Bom Udara dan Penembakan di Gereja Katolik Intan Jaya, 5 Warga Sipil Jadi Korban |
|
|---|
| Diklatda dan Forbisda di Nabire, HIPMI Targetkan Cetak 500 Pengusaha Asli Papua |
|
|---|
| Pasca Konflik Antarkelompok di Jayawijaya, Bupati Yahukimo Serahkan Bantuan Kemanusiaan |
|
|---|
| DAD Mimika Ajak Pemuda Muslim Jaga Persatuan dan Nilai Adat Papua |
|
|---|
| Bantah Terlibat Kericuhan, BDC Persipura Minta Komdis PSSI Evaluasi Kepemimpinan Wasit |
|
|---|