Info Papua Tengah
Korem 173/PVB Temukan Senjata Api di Markas WNA China di Kawasan Wadio Nabire
"Tapi tindakan tersebut diambil karena adanya indikasi kuat pelanggaran hukum di wilayah tersebut," tegasnya.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/amankan-pucuk-123.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Jajaran Korem 173/PVB berhasil mengungkap keberadaan senjata api rakitan dalam sebuah penggeledahan dramatis di kawasan Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Penemuan ini terjadi di sebuah hunian ditempati oleh tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal China saat ini tengah dalam pemeriksaan intensif oleh Satgas Penataan Kawasan Hutan (PKH).
Kasi Intel Korem 173/PVB, Kolonel Inf Budi Suradi menjelaskan, kronologis penemuan bermula pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 14.25 WIT.
Baca juga: Konflik Dogiyai Papua Tengah, 4 Polisi Diberhentikan Tidak Dengan Hormat
Saat itu petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di setiap sudut rumah mulai dari plafon hingga dasar lantai.
Dalam proses pemeriksaan, kecurigaan petugas memuncak ketika menemukan sebuah lemari besar dengan posisi tidak wajar.
Setelah digeser, ternyata lemari tersebut sengaja digunakan untuk menutupi sebuah pintu rahasia.
"Karena curiga petugas langsung membuka pintu itu dan akhirnya menemukan senjata api laras panjang rakitan," jelas Kolonel Inf Budi kepada awak media dalam jumpa pers di Halaman Korem 173/PVB, Malompo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Kamis (14/5/2026) sore.
Adapun barang bukti yang diamankan pada penggeledahan tahap pertama meliputi, satu pucuk senjata api laras panjang rakitan jenis AR-15, M16, atau M4, satu buah magasen dan Tiga butir peluru tajam buatan Pindad tahun 2001.
Tak berhenti di situ, pengembangan dilakukan pada pukul 23.30 WIT di lokasi yang sama.
Hasil daripada itu, petugas kembali menemukan satu pucuk senapan angin rakitan PCP merk predator telah dimodifikasi.
Senjata tersebut didesain untuk menggunakan peluru tajam kaliber 4,5 mm yang sangat mematikan.
Baca juga: Tokoh Pemuda Tembagapura Ini Ungkap Jeritan Pendulang Tradisional Pasca Penindakan di Kali Kabur
Kolonel Inf Budi menegaskan, seluruh barang bukti akan diserahkan kepada penegak hukum, untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pemiliknya dan motif penyimpanan senjata tersebut.
"Korem 173/PVB berkomitmen penuh mendukung Satgas PKH dalam menjaga kelestarian hutan di Papua Tengah dari aktivitas ilegal," ujarnya.
Selain itu dia juga menegaskan, terkait isu yang beredar mengenai pemasangan palang di Kilometer 95 dan Kilometer 103 Nabire, Kasi Intel meminta masyarakat untuk tidak salah paham.
Baca juga: Kisah Eplonika Merajut Nasib di SPPG Gerbang Syadu Wadio Nabire
Menurut dia, pemasangan palang itu bukan berarti negara mengambil tanah rakyat.
"Tapi tindakan tersebut diambil karena adanya indikasi kuat pelanggaran hukum di wilayah tersebut," tegasnya.
Kolonel Inf Budi mengimbau warga Nabire agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu miring yang sengaja diembuskan pihak tak bertanggung jawab.
Menurut dia, kehadiran petugas di lapangan murni untuk memastikan situasi tetap kondusif, stabil, dan melindungi kedaulatan serta kekayaan alam Papua Tengah.
Baca juga: Perombakan Direksi BUMD PT Aviasi Puncak Papua, Target PAD Rp2,5 Juta Per Flight
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Nabire
Korem 173 Praja Vira Braja
Kawasan Wadio Nabire
| Konflik Dogiyai Papua Tengah, 4 Polisi Diberhentikan Tidak Dengan Hormat |
|
|---|
| Polda Papua Tengah Tangkap Pemuda Bernama Oktovianus Douw, Keluarga Menunggu Alasannya |
|
|---|
| Kapolda Cup II Mini Soccer Antar SMA/SMK Bergulir, Pemda Diharapkan Adakan Pertandingan Seperti Ini |
|
|---|
| Kapolda Papua Tengah Besuk Korban Penembakan Operasi Militer Tembagapura |
|
|---|
| Rakor Kepala Daerah se-Papua Bahas Otsus di Mimika Diwarnai Demo Para Pencaker |
|
|---|