Jumat, 15 Mei 2026

Kabupaten Puncak

Perombakan Direksi BUMD PT Aviasi Puncak Papua, Target PAD Rp2,5 Juta Per Flight

"Saya berharap seluruh jajaran manajemen yang baru, harus mengelola secara terbuka dan jujur. Ke depan, PT Aviasi Puncak Papua.......

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Perombakan Direksi BUMD PT Aviasi Puncak Papua, Target PAD Rp2,5 Juta Per Flight
TribunPapuaTengah.com/Istimewa/Diskominfo Kabupaten Puncak
RAPAT- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (7/5/2026) lalu. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- PT Aviasi Puncak Papua (Amolle Air), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Puncak bergerak di bidang penerbangan, resmi memasuki babak baru.

Perusahaan melakukan perombakan besar di jajaran manajemen serta menetapkan target baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah strategis ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (7/5/2026) lalu.

Baca juga: Momen RUPS, DPRK Puncak Minta Manajemen Baru PT Aviasi Puncak Papua Lebih Progresif

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Puncak Elvis Tabuni selaku pemegang saham utama, Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Beberapa poin krusial dalam RUPS ini adalah perubahan struktur kepengurusan. Jabatan Direktur kini dipercayakan kepada Yokius Tabuni.

Sementara di jajaran dewan pengawas, Nenu Tabuni menjabat sebagai Komisaris Utama didampingi Kalius Yarinap sebagai Komisaris Kedua dan Gerard Ferdinando Helan (Plt. Kepala Badan Keuangan Kabupaten Puncak) sebagai Komisaris Ketiga.

Terkait kontribusi daerah, manajemen menyepakati kenaikan nilai kontribusi PAD.

Jika sebelumnya kontribusi hanya sebesar Rp1.000.000 per penerbangan kini ditingkatkan menjadi Rp2.500.000 per flight, serta direncanakan akan ada penambahan satu unit armada baru pesawat, yang akan didatangkan tahun anggaran 2027.

Dikutip dari laman resmi Diskominfo Kabupaten Puncak, Bupati Puncak, Elvis Tabuni menegaskan bahwa RUPS ini bukan ajang mencari kesalahan masa lalu, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memastikan BUMD dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata.

Baca juga: Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Asal Timika Tembus Pasar Malaysia

"Saya berharap seluruh jajaran manajemen yang baru, harus mengelola secara terbuka dan jujur. Ke depan, PT Aviasi Puncak Papua harus menjadi perusahaan daerah yang sehat, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta PAD Kabupaten Puncak," ujar Bupati Elvis.

Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menambah modal untuk mendatangkan armada pesawat baru guna menggantikan satu unit pesawat yang mengalami musibah kebakaran pada tahun 2025.

"Kami di DPRK mendukung penuh. Anggaran akan ditetapkan pada APBD Induk 2027. Untuk jangka pendek, agar pelayanan tetap berjalan, kami akan membiayai penggantian mesin baru (overall) pada unit pesawat yang ada saat ini," jelas Thomas.

Baca juga: Asisten III Pemkab Dogiyai Ingatkan Bendahara Tertib Pajak Agar Pengelolaan Keuangan Berjalan Baik

Thomas juga menekankan pentingnya faktor keselamatan mengingat geografis Puncak yang ekstrem.

Ia menyarankan agar manajemen mengombinasikan pilot lokal dengan pilot asing yang memiliki jam terbang tinggi.

"Kehadiran pesawat ini menggunakan uang rakyat Puncak, selain PAD pelayanan dan keselamatannya harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Baca juga: Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal di Nabire, Satgas PKH Amankan 7 WNA China

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved