Jumat, 1 Mei 2026

Kabupaten Puncak

Musrenbang Papua Tengah, Pemkab Puncak Usulkan Program Strategis Ekonomi dan Pendidikan

"Yang kami usulkan juga yai pengadaan ternak babi karena, saya jual-belinya sangat tinggi, dan tetap sasaran kepada masyarakat," ujarnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Musrenbang Papua Tengah, Pemkab Puncak Usulkan Program Strategis Ekonomi dan Pendidikan
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Puncak, Herman Wanma 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE \- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak menyampaikan sejumlah usulan program prioritas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2027.

Kabupaten Puncak, sebagai salah satu kontributor utama membawa misi besar berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan pemulihan ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Berantas Stunting, Pemprov Papua Tengah Bakal Luncurkan Program Jamsos Ibu dan Anak

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Puncak, Herman Wanma, mengatakan, seluruh usulan yang diajukan telah dikurasi agar selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Dia menegaskan, dukungan penuh Pemkab Puncak terhadap tiga pilar utama pembangunan, yakni Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.

"Dalam pembahasan Musrenbang kali ini, kami berkomitmen mendukung visi-misi Pemprov Papua Tengah. Sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi menjadi prioritas utama yang kami dorong melalui klaster-klaster program yang telah disusun," kata Herman kepada awak media, termasuk TribunPapuaTengah.com, di Nabire, Kamis (30/4/2026) malam.

Menurut Herman, keterlibatan aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kabupaten Puncak, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan, menunjukkan keseriusan daerah dalam menangani persoalan di lapangan.

Herman menjelaskan, usulan-usulan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan nyata terutama terkait pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan ekonomi masyarakat.

​Salah satu program mendapatkan perhatian khusus adalah Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Baca juga: BGN Nabire Apresiasi Inovasi Pemberdayaan Mama Papua di Wilayah 3T

Menurut dia, program inovatif digagas oleh Gubernur Papua Tengah ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan lokal di daerah.

​"Program SSH ini sejalan dengan agenda nasional. Kami melihat ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan anak-anak di Puncak mendapatkan pendampingan belajar yang maksimal," katanya.

Selain itu, program pemberdayaan ekonomi masyarakat pada sektor peternakan juga diusukan dalam momen musrembang.

Baca juga: Musrenbang Otsus dan RKPD 2027 Papua Tengah Resmi Ditutup

"Yang kami usulkan juga yai pengadaan ternak babi karena, saya jual-belinya sangat tinggi, dan tetap sasaran kepada masyarakat," ujarnya.

Setelah melalui proses diskusi yang intensif selama tiga hari seluruh usulan program dari Kabupaten Puncak akan diserahkan secara resmi kepada Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah.

Baca juga: BMP RI Nabire Bagi Sembako Gratis Untuk OAP di Kampung Kali Harapan

Proses sinkronisasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa program tahun 2027 benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Puncak.

​Dengan berakhirnya Musrenbang ini, Herman optimis bahwa kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi akan melahirkan kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved