Jumat, 15 Mei 2026

Kabupaten Puncak

Momen RUPS, DPRK Puncak Minta Manajemen Baru PT Aviasi Puncak Papua Lebih Progresif

“Semoga dengan perubahan ini ke depan ada kemudahan dalam rangka peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah)

Tayang:
zoom-inlihat foto Momen RUPS, DPRK Puncak Minta Manajemen Baru PT Aviasi Puncak Papua Lebih Progresif
TribunPapuaTengah.com/Istimewa/Diskominfo Kabupaten Puncak
RAPAT- Pemerintah Kabupaten Puncak dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RPUS) PT Aviasi Puncak Papua (Amolle Air).  RPUS tersebut dilaksanakan di salah satu Hotel di Kota Jayapura, Kamis (7/5/2026) lalu. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kabupaten Puncak dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RPUS) PT Aviasi Puncak Papua (Amolle Air). 

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bergerak di sektor penerbangan ini resmi melakukan perombakan manajemen sebagai upaya penyegaran dan peningkatan performa perusahaan.

 RPUS tersebut dilaksanakan di salah satu Hotel di Kota Jayapura, Kamis (7/5/2026) lalu.

Baca juga: Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Asal Timika Tembus Pasar Malaysia

Dikutip dari laman resmi Diskominfo Kabupaten Puncak, Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni hadir langsung dalam RUPS tersebut menegaskan bahwa, perubahan jajaran direksi merupakan bentuk optimisme pemerintah daerah. 

Ia berharap wajah-wajah baru di manajemen mampu membawa semangat kerja yang lebih progresif.

“Semoga dengan perubahan ini ke depan ada kemudahan dalam rangka peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) serta pelayanan penerbangan yang lebih prima bagi masyarakat Puncak,” ujar Thomas.

Kata Thomas Tabuni, meski sebelumnya sempat menghadapi kendala operasional dan capaian pendapatan yang belum maksimal, Pemerintah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni tetap berkomitmen memajukan Amolle Air.

Beberapa poin krusial disepakati untuk memperkuat armada antara lain, penambahan modal.

Pemkab akan mengalokasikan anggaran pada APBD Induk 2027 untuk mendatangkan unit pesawat baru, perbaikan mesin (Overhaul) dalam waktu dekat akan dilakukan pembiayaan penggantian mesin pada unit pesawat ada guna menjamin kelancaran pelayanan udara.

Baca juga: Pemkab Dogiyai Komitmen Dorong Gerakan Ekonomi Melalui Koperasi dan UKM

“Saya juga menekankan bahwa aset perusahaan dibeli menggunakan uang rakyat, sehingga manfaatnya harus kembali dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Puncak,” tegasnya.

Lanjut Thomas, menyadari kondisi geografis Kabupaten Puncak yang ekstrem, pihak legislatif mendorong manajemen baru untuk memperketat standar keselamatan.

Salah satu strategi diusulkan adalah kolaborasi antara pilot lokal dengan pilot asing berpengalaman.

Alasan ;enguatan SDM pilot, karena medan pegunungan Papua memerlukan keahlian khusus dan jam terbang tinggi.

Baca juga: Update Pasca Ricuh di Stadion Lukas Enembe: 35 Motor Hasil Jarah Ditemukan, 29 Mobil Terbakar

Belajar dari pengalaman sebelumnya, keselamatan kini menjadi prioritas utama manajemen.

“Kolaborasi pilot diharapkan mampu meningkatkan standar operasional internal Amolle Air,”ungkapnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPC Gerindra Kabupaten Puncak ini, Melalui semangat baru ini, PT Aviasi Puncak Papua diharapkan mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus jembatan udara yang handal dan aman bagi warga Kabupaten Puncak," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved