Info Mimika
Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Asal Timika Tembus Pasar Malaysia
Anton menambahkan Papua Tengah memiliki banyak potensi sumber daya perikanan menarik bagi pasar Internasional.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/13-Mei-2026-Bakau-Mmkiiia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Karantina Papua Tengah memfasilitasi ekspor 240 kg kepiting bakau senilai Rp72 juta ke Malaysia.
- Bupati Mimika, Johanes Rettob, mengapresiasi sinergi antarinstansi dalam mendorong UMKM lokal menembus pasar internasional.
- Komoditas ini telah lulus uji kesehatan dan memiliki Health Certificate.
- Langkah strategis ini bertujuan memperkuat daya saing produk perikanan Papua Tengah secara berkelanjutan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Papua Tengah mendorong pelaku usaha mengekspor kepiting bakau sebanyak 240 kilogram ke Malaysia dengan nilai Rp72 juta.
Bupati Mimika Johanes Rettob mengapresiasi seluruh pihak dalam mendukung pengembangan UMKM berorientasi ekspor di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Baca juga: Pemkab Dogiyai Komitmen Dorong Gerakan Ekonomi Melalui Koperasi dan UKM
Menurutnya keberhasilan ekspor ini menjadi langkah strategis alam memperkuat daya saing produk unggulan daerah di pasar internasional.
"Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dan sinergi antara Karantina Papua Tengah, Bea Cukai, UPBU Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, serta Pemkab Mimika dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan daerah," ungkap Rettob.
Baca juga: Asisten III Pemkab Dogiyai Ingatkan Bendahara Tertib Pajak Agar Pengelolaan Keuangan Berjalan Baik
Sementara itu, Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan ekspor ini menjadi bukti komoditas unggulan dari Kabupaten Mimika berkualitas dan daya saing mampu diterima di pasar internasional.
"Penyerahan dokumen Health Certificate (HC) oleh Karantina Papua Tengah menunjukan bahwa seluruh komoditas telah dinyatakan sehat dan memenuhi standar keamanan pangan internasional setelah melalui pemeriksaan fisik yang ketat oleh petugas karantina," terang Anton.
Baca juga: Polda Papua Tengah Tangkap Pemuda Bernama Oktovianus Douw, Keluarga Menunggu Alasannya
Anton menambahkan Papua Tengah memiliki banyak potensi sumber daya perikanan menarik bagi pasar Internasional.
Karena itu, diperlukan sinergi dengan pemerintah daerah agar semakin banyak komoditas asal Papua tengah bisa dikenal.
"Kegiatan ekspor ini memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Kami menjaga kualitas komoditas Indonesia melalui pengawasan karantina untuk meningkatkan kepercayaan negara tujuan terhadap produk ekspor asal Indonesia," jelas Anton.
Baca juga: Update Pasca Ricuh di Stadion Lukas Enembe: 35 Motor Hasil Jarah Ditemukan, 29 Mobil Terbakar
Dalam kesempatan ini Anton juga menyampaikan Karantina Papua Tengah terus berupaya mendampingi dan memfasilitasipelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin dengan baik, sehingga komoditas unggulan Papua Tengah mampu menembus pasar internasional secara berkelanjutan,”pungkas Anton. (*)
TribunPapuaTengah.com
kepiting bakau
Kabupaten Mimika
Malaysia
Johannes Rettob
Karantina Papua Tengah
Anton Panji Mahendra
| Perda Saham 4 Persen Freeport Disahkan, Masyarakat Adat Tsingwarop Ibadah Syukur |
|
|---|
| Protes Banjir Akibat Drainase Buruk, Warga Palang Akses Menuju Jalan Baru Timika |
|
|---|
| Fasilitas Tidak Layak, Warga Kampung Ararau Mimika Keluhkan Minimnya Pelayanan Kesehatan |
|
|---|
| Mobilitas Warga Picu Penyebaran Malaria di Kampung Wumuka, Petugas Kesehatan Intens Pemantauan |
|
|---|
| Kenaikan Pangkat ASN Kini Tiap Bulan, Bupati Mimika Minta Pegawai Tingkatkan Kinerja |
|
|---|