Kamis, 7 Mei 2026

Turnamen Gothia Cup 2025

Bangga Tak Terhingga: Ayah Mochammad Syailan Berkisah Perjalanan Putra ke Gothia Cup 2025

Perjalanan Aan, sapaan akrab Syailan, menuju panggung internasional ini adalah buah dari bakat yang terasah sejak dini dan dukungan penuh keluarga.

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Bangga Tak Terhingga: Ayah Mochammad Syailan Berkisah Perjalanan Putra ke Gothia Cup 2025
Istimewa
BAHAGIA- Syaiful Kampi, sosok ayah Mochammad Syailan salah satu dari 18 Siswa Papua Football Academy (PFA) yang akan tampil pada turnamen Gothia Cup 2025 di Swedia. Foto: Istimewa Foto;Feronike Rumere/Tribun-PapuaTengah.com 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Mata Syaiful Kampi berbinar bangga.

Putranya, Mochammad Syailan, gelandang tengah berbakat asal Timika, adalah satu dari 18 siswa Papua Football Academy (PFA) yang akan berlaga di turnamen Gothia Cup 2025, Swedia.

Perjalanan Aan, sapaan akrab Syailan, menuju panggung internasional ini adalah buah dari bakat yang terasah sejak dini dan dukungan penuh keluarga.

Baca juga: UKIR SEJARAH! PFA Perdana Wakili Papua di Gothia Cup 2025: 18 Siswa Siap Bertarung di Swedia

Syaiful tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat diwawancarai di Lapangan Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (9/7/2025). 

"Saya bangga sekali, tidak menyangka. Ketika manajemen menginformasikan anak saya akan berangkat ke Swedia, saya langsung sujud syukur," ujarnya dengan senyum bahagia.

Bakat sepak bola Aan sudah terlihat sejak usianya menginjak satu tahun.

Syaiful mengenang, bahkan sejak dalam kandungan, sang ibu sering merasakan gerakan aktif Aan.

"Sejak ibunya mengandung, dia goyang terus, kiri-kanan. Ibunya juga suka nonton bola," kenang pria berusia 54 tahun asal Sulawesi ini.

Baca juga: Biar Tak Culture Shock di Swedia, PFA Bekali 18 Siswa Budaya dan Etika Global

Ia menambahkan, saat itu klub favoritnya seperti Real Madrid dan Liverpool selalu menang, seolah menjadi pertanda.

Sejak kecil, Aan dikelilingi benda berbentuk bola.

"Pulang kerja, saya jejer semua mainannya yang berbentuk bola agar dia bisa bermain dan menendang," cerita Syaiful sambil tersenyum.

Rumah yang berantakan karena bola bukanlah masalah, asalkan putranya bisa bermain.

Dukungan penuh terus mengalir dari orang tua.

"Kami sebagai orang tua akan terus mendukung yang terbaik. Ini rezekinya, harus ditekuni, dan jangan lupa untuk terus berdoa,"ucap Syaiful. (*)

 

 

 

 


 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved