Senin, 18 Mei 2026

Info Mimika

Video Bertengkar dengan WNA Viral, Ali Kabiay: Bukan Premanisme, Ini soal Penipuan Miliar Rupiah!

Ali mengungkapkan, AY dan FS diduga menipu rekan kerjanya, RK, dengan meminta uang $1.420 atau lebih dari Rp22 miliar selama setahun.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Video Bertengkar dengan WNA Viral, Ali Kabiay: Bukan Premanisme, Ini soal Penipuan Miliar Rupiah!
Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari
VIRAL DI MEDSOS- Viral di Medsos, Pemuda Papua, Ali Kabiay menegaskan, apa yang disebabkan tidak sesuai fakta yang terjadi.Foto Tribun-Papuatengah.com, Calvin Louis Erari 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM- Video tokoh pemuda Papua, Ali Kabiay, yang viral di media sosial saat bertengkar dengan seorang Warga Negara Asing (WNA) akhirnya diklarifikasi.

Ali menjelaskan, insiden itu bukan aksi premanisme, melainkan respons atas dugaan penipuan bernilai miliaran rupiah yang melibatkan WNA berinisial AY dan Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial FS.

Baca juga: DPR dan Dinas Perhubungan Bahas Transportasi di Papua Tengah

Ali mengungkapkan, AY dan FS diduga menipu rekan kerjanya, RK, dengan meminta uang $1.420 atau lebih dari Rp22 miliar selama setahun.

Mereka menjanjikan sesuatu kepada RK, namun janji itu tidak pernah terealisasi, meskipun investasi uang sudah dilakukan.

"Selama setahun, tidak ada kabar pasti dan apa yang dijanjikan AY dan FS kepada RK tidak terlaksana, sementara investasi uang sudah dilakukan," jelas Ali kepada Tribun-PapuaTengah.com di Nabire, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Kasus Eko di Pasar Karang Masih Gelap: Koalisi Adovokasi Dorong DPR Papua Tengah Ungkap Keadilan

Karena tidak ada perkembangan, Ali dan RK melaporkan kasus ini ke Polres Nabire sebulan lalu.

Polres Nabire merespons positif dan profesional.

Surat panggilan berkali-kali dikirimkan kepada FS. FS kemudian datang untuk bertemu dan berkomitmen melakukan mediasi pada 8 Juli 2025, sekaligus membawa bukti.

Pada tanggal yang ditentukan, FS tidak hadir dengan alasan urusan mendesak.

Ali dan RK kemudian mendatangi kediaman AY di Nifasi untuk membicarakan masalah itu baik-baik.

"Tapi kedatangan kami disambut nada kasar. Emosi saya terbawa, hingga terjadi perdebatan, namun tidak ada pemukulan," terang Ali.

Baca juga: Gubernur Meki Nawipa Komitmen Tingkatkan Kesehatan: Paniai Segera Miliki RS Penyangga Strategis!

Akibat perdebatan itu, pihak kepolisian datang untuk menengahi dan memediasi persoalan tersebut.

Ali menegaskan bahwa narasi tentang premanisme yang disebarkan bersama video itu tidak benar dan sesat.

Ali telah mengidentifikasi penyebar video, berinisial Y, yang sebelumnya meminta laporan polisi dicabut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved