Seruan Keuskupan Timika
Konflik Bersenjata Papua, Keuskupan Timika: 5.592 Warga Mengungsi
Dalam keterangan, Keuskupan Timika menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan semakin hari semakin memburuk di Tanah Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/Konferensin-pers-uskup-timika.jpg)
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Keuskupan Timika menggelar konferensi pers soal pengungsi dan situasi kemanusiaan di wilayah pelayanan pastoral.
Konferensi pers tersebut berlangsung di Kantor Keuskupan Timika, Jalan Cenderawsih, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (22/7/2025) sekitar pukul 12.30 WIT.
Baca juga: Kepsek Bangga, Pelajar Asrama Taruna Papua Siap Harumkan Mimika di OSN Tingkat Provinsi
Konferensi pers dipimpin langsung Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA didampingi Saul Wanimbo selaku Ketua SKP dan Adolof Kambayong.
Dalam keterangan, Keuskupan Timika menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan semakin hari semakin memburuk di Tanah Papua.
Kondisi ini khususnya terkait dengan konflik bersenjata atau perang terus berlangsung antara aparat keamanan negara pejuang Papua merdeka di sejumlah wilayah di Tanah Papua.
Konflik tersebut menyebabkan ribuan warga sipil ketakutan, lari meninggalkan rumah, kebun, ternak piaraan dan pekerjaan sehari-hari, meninggalkan kampung lahamannya mencari tempat aman untuk mengungsi.
Baca juga: Keuskupan Timika: Situasi Kemanusiaan Semakin Memburuk di Tanah Papua Akibat Konflik Bersenjata
Hingga hari ini banyak warga sipil kini berada di tempat pengungsian baik mengungsi di dalam kabupaten konflik sendiri maupun mengungsi ke kabupaten-kabupaten tentangga dirasa lebih aman.
Menurut informasi dan data yang kami terima, para pengungsi di Kabupaten Puncak Papua sebanyak 4.469 jiwa dan tersebar di beberapa distrik, yakni Gome, Gome Utara, Ilaga, Omukia, Oneri, Pogoma, Sinak dan Distrik Yugumoak.
Baca juga: DLH Nabire Kebut Penanganan Sampah Plastik: Pusat Daur Ulang Segera Dibangun!
Sedangkan pengungsi di Kabupaten Intan Jaya sebanyak 1.231 jiwa tersebar di Kampung Sugapa Lama, Desa Hitadipa, Kampung Janamba, Desa Sanaba, Kampung Jalinggapa dan Kampung Titigi.
Dampak dari konflik ini ada sekitar 216 anak di Kabupaten Puncak Papua tidak memiliki akses pendidikan,109 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 107 anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca juga: Wagub Deinas Geley Ajak Pemuda GIDI Wilayah Yamo Hidup dalam Tuhan
jumlah ini belum termasuk pengungsi yang telah keluar dari Kabupaten konflik ke kabupaten lain yang dianggap lebih aman, seperti Nabire dan Timika. (*)