Selasa, 5 Mei 2026

Penembakan di Dogiyai

Pemuda Katolik Dogiyai Kecam Penembakan 3 Pelajar, Soroti Peredaran Miras dan Senpi Aparat

Peristiwa kembali pecah pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIT, di Kampung Ekemanida, Distrik Kamu.

Tayang:
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pemuda Katolik Dogiyai Kecam Penembakan 3 Pelajar, Soroti Peredaran Miras dan Senpi Aparat
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
KORBAN PENEMBAKAN OKNUM APARAT DI DI DOGIYAI- Kolase foto korban Yuvensius Degei (14), terkena peluru di bahu dari belakang hingga tembus ke depan. Edion Tebai (14) mengalami luka serupa. Dan, Martinus Tebai (14), tewas di tempat setelah terkena tembakan di bagian paha samping hingga tembus ke area kemaluan, Senin (11/8/2025), dini hari, Moanemani, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah/Melkianus Dogopia 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, Dogiyai- Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang Dogiyai mengecam keras peredaran minuman keras (miras) dan dugaan penyalahgunaan senjata api oleh aparat.

Pernyataan ini menyusul insiden penembakan yang menewaskan satu pelajar dan melukai dua lainnya di Moanemani, Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/8/2025).

Benny Goo lewat rilis resmi PK Komisariat Cabang Dogiyai yang diterima Tribun-PapuaTengah.com, menjelaskan insiden ini bermula saat sekelompok pemuda yang diduga di bawah pengaruh miras mengganggu seorang pedagang.

Baca juga: Jembatan Rusak Parah, Warga Kampung Harapan Nabire Desak Pemerintah Segera Perbaiki

Kejadian yang berlangsung di lapangan terbang Moanemani ini memicu ketegangan dengan oknum anggota Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang sedang bertugas.

Ketegangan tersebut berujung pada penembakan yang mengakibatkan dua remaja, Yuvensius Degei (14) dan Edion Tebai (14), terluka.

Kedua korban mengalami luka tembak di bagian bahu.

Peristiwa kembali pecah pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIT, di Kampung Ekemanida, Distrik Kamuu.

Seorang pelajar SMP, Martinus Tebai (14), meninggal dunia di tempat setelah terkena tembakan di bagian paha yang menembus ke area kemaluan.

Baca juga: Wujudkan Nabire Kota Pintar, Pemprov Papua Tengah Pasang Internet Gratis di 3 Titik Keramaian

PK Komcab Dogiyai menekankan, peredaran miras merupakan pemicu utama kericuhan.

Mereka juga mengutuk tindakan aparat yang melepaskan tembakan secara membabi buta dan meminta mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.

PK Komcab Dogiyai mengajak seluruh pihak terkait untuk berdialog mengenai peredaran miras di Dogiyai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan agar insiden serupa tidak terulang kembali.

“Ini manusia yang ditembak mati, seolah-olah seperti binatang. Sementara itu, peredaran miras yang menjadi pemicu dibiarkan,” tutup rilis PK Komcab Dogiyai.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved