Penembakan di Dogiyai
Pemuda Katolik Dogiyai Kecam Penembakan 3 Pelajar, Soroti Peredaran Miras dan Senpi Aparat
Peristiwa kembali pecah pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIT, di Kampung Ekemanida, Distrik Kamu.
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/11-Agustus-2025-Korban-di-dogiyai.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, Dogiyai- Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang Dogiyai mengecam keras peredaran minuman keras (miras) dan dugaan penyalahgunaan senjata api oleh aparat.
Pernyataan ini menyusul insiden penembakan yang menewaskan satu pelajar dan melukai dua lainnya di Moanemani, Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/8/2025).
Benny Goo lewat rilis resmi PK Komisariat Cabang Dogiyai yang diterima Tribun-PapuaTengah.com, menjelaskan insiden ini bermula saat sekelompok pemuda yang diduga di bawah pengaruh miras mengganggu seorang pedagang.
Baca juga: Jembatan Rusak Parah, Warga Kampung Harapan Nabire Desak Pemerintah Segera Perbaiki
Kejadian yang berlangsung di lapangan terbang Moanemani ini memicu ketegangan dengan oknum anggota Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang sedang bertugas.
Ketegangan tersebut berujung pada penembakan yang mengakibatkan dua remaja, Yuvensius Degei (14) dan Edion Tebai (14), terluka.
Kedua korban mengalami luka tembak di bagian bahu.
Peristiwa kembali pecah pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIT, di Kampung Ekemanida, Distrik Kamuu.
Seorang pelajar SMP, Martinus Tebai (14), meninggal dunia di tempat setelah terkena tembakan di bagian paha yang menembus ke area kemaluan.
Baca juga: Wujudkan Nabire Kota Pintar, Pemprov Papua Tengah Pasang Internet Gratis di 3 Titik Keramaian
PK Komcab Dogiyai menekankan, peredaran miras merupakan pemicu utama kericuhan.
Mereka juga mengutuk tindakan aparat yang melepaskan tembakan secara membabi buta dan meminta mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.
PK Komcab Dogiyai mengajak seluruh pihak terkait untuk berdialog mengenai peredaran miras di Dogiyai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
“Ini manusia yang ditembak mati, seolah-olah seperti binatang. Sementara itu, peredaran miras yang menjadi pemicu dibiarkan,” tutup rilis PK Komcab Dogiyai.(*)
TribunPapuaTengah.com
penembakan Dogiyai
PK Komisariat Cabang Dogiyai
senjata api
Moanemani
Distrik Kamuu
| Koalisi HAM Desak TNI-Polri Hentikan Operasi di Dogiyai dan Bentuk Tim Pencari Fakta Independen |
|
|---|
| Dogiyai Mencekam Usai Anggota Polres Tewas Dibacok OTK, 3 Warga Sipil Meningal Kena Timah Panas |
|
|---|
| Dogiyai Kembali Berdarah: 1 Warga Tewas dan 3 Luka |
|
|---|
| Dogiyai Berdarah: Mahasiswa Tuntut Pelaku Diadili dan Kapolres Dicopot! |
|
|---|