Minggu, 19 April 2026

Penembakan di Dogiyai

Dogiyai Berdarah: Mahasiswa Tuntut Pelaku Diadili dan Kapolres Dicopot!

Mereka juga menuntut pencopotan Kapolres Dogiyai yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar kepada publik terkait insiden tersebut.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Dogiyai Berdarah: Mahasiswa Tuntut Pelaku Diadili dan Kapolres Dicopot!
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
DOGIYAI BERDARAH- Mahasiswa asal Dogiyai yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) di Jayapura saat menggelar Pembacaan sikap di Asrama Mahasiswa Dogiyai, Expo Waena, Kota Jayapura, pada Jumat (30/5/2025). Foto Yulianus Magai TribunPapua 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) di Jayapura mendesak aparat hukum untuk segera mengadili pelaku penembakan terhadap warga sipil di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Mereka juga menuntut pencopotan Kapolres Dogiyai yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar kepada publik terkait insiden tersebut.

Tuntutan tegas ini disampaikan dalam pernyataan sikap yang dibacakan di Asrama Mahasiswa Dogiyai, Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (30/5/2025).

Koordinator aksi, Melianus Tagi, menyatakan keprihatinannya dan mengecam keras aksi penembakan brutal terhadap warga sipil oleh aparat gabungan TNI-Polri. 

Baca juga: Mengukir Pilar Bangsa: Berikut Sejarah Hari Lahirnya Pancasila

Insiden tragis itu terjadi pada Jumat, 23 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIT di Kampung Kimupugi, Kabupaten Dogiyai.

"Kejadian penembakan brutal di Dogiyai sangat tidak wajar. Terlebih, Kapolres Dogiyai telah melakukan pembohongan publik. Oleh karena itu, kami menuntut pelaku diadili dan Kapolres Dogiyai dipecat!" tegas Melianus.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum dan memperjuangkan keadilan bagi para korban agar kasus ini tidak dibiarkan tanpa pertanggungjawaban dari pihak berwenang.

Dari berbagai informasi yang diperoleh, kronolohi penembakan bermula saat Pos Polisi Pasar Lama Mowanemani dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) dari seberang Kali Tuka.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Keluarkan Surat Imbauan Kamtibmas Pasca-Pembacokan Anggota Polisi 

Aparat diduga membalas serangan tersebut dengan tembakan ke arah warga, mengakibatkan lima orang mengalami luka tembak.

Satu korban dalam kondisi luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.

Berikut adalah nama-nama korban yang terkena peluru tajam dalam insiden tersebut:

Marthen Tebai (12 tahun) – Tertembak di betis

Pios Waine (15 tahun) – Tertembak di dada

Nopentus Tebai (13 tahun) – Tertembak di telinga

Deserius Tebai (12 tahun) – Tertembak di betis

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved