Rabu, 20 Mei 2026

Info Dogiyai

Antisipasi Konflik Meluas, Warga Sultra di Dogiyai Diminta Tak Main Hakim Sendiri

Potensi gangguan keamanan dapat diredam dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam fungsi pengawasan mandiri.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Antisipasi Konflik Meluas, Warga Sultra di Dogiyai Diminta Tak Main Hakim Sendiri
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PESAN DAMAI - Ketua Kerukunan Suku Sulawesi Tenggara Kabupaten Dogiyai, Acep Purnama Said. Foto Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Kerukunan Suku Sulawesi Tenggara Kabupaten Dogiyai, Acep Purnama Said, mengimbau warganya untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh persoalan hukum kepada aparat kepolisian. 
  • Imbauan ini menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai yang kerap menghadapi potensi eskalasi gangguan ketertiban. Du
  • kungan terhadap kinerja kepolisian diperkuat dengan seruan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mencegah timbulnya konflik baru di masa mendatang.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, DOGIYAI – Berbagai paguyuban masyarakat di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, menjadikan stabilitas keamanan sebagai perhatian serius guna menjamin keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi.

Ketua Kerukunan Suku Sulawesi Tenggara Kabupaten Dogiyai, Acep Purnama Said, secara tegas menyerukan pentingnya sinergi antara warga dan aparat penegak hukum.

Menurut Acep, apa yang dilakukan ini sebagai bentuk respons atas dinamika situasi keamanan yang kerap fluktuatif di wilayah Dogiyai.

"Kita semua harus tetap rasional dan tidak melakukan tindakan sepihak yang dapat memicu konflik horisontal di tengah masyarakat lokal maupun pendatang," seru Acep dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026)..

Pihak paguyuban juga mengapresiasi respons cepat kepolisian dalam meredam setiap percikan gejolak yang berpotensi meningkatkan eskalasi gangguan keamanan.

Baca juga: Ondoafi Elseng Tolak Ajakan Aksi Massa yang Ganggu Ketertiban Umum di Keerom dan Jayapura

Dedikasi aparat di lapangan dinilai berhasil menjaga ketertiban umum meski berada di bawah tekanan situasi yang kompleks.

Acep pun menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi hukum adalah fondasi utama untuk memelihara kedamaian jangka panjang.

Tanpa adanya kepercayaan tersebut, penyelesaian masalah melalui cara-cara di luar hukum justru akan merugikan stabilitas daerah yang sedang dibangun.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang telah bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif di Dogiyai,” ujae Acep.

Potensi gangguan keamanan dapat diredam dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam fungsi pengawasan mandiri di lingkungan masing-masing.

Baca juga: Polda Papua Tengah Siagakan Personel Gabungan, jamin Ibadah Ramadan 2026 Aman dan Humanis

Sebagai tokoh masyarakat Sulawesi Tenggara di kabupaten yang resmi berdiri pada 4 Januari 2028 ini, mengajak seluruh warga untuk mendukung penuh setiap langkah preventif yang dilakukan oleh kepolisian.

Kolaborasi lintas etnis dan peran aktif para tokoh kunci diharapkan mampu membendung provokasi yang ingin merusak keharmonisan.

"Karena sinergi adalah instrumen paling efektif untuk menjaga Dogiyai tetap aman bagi seluruh penghuninya tanpa terkecuali," tegas Acep.

Secara khusus, Acep mengimbau warga kerukunan Sulawesi Tenggara agar tidak bertindak sepihak atau main hakim sendiri dalam menghadapi permasalahan hukum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved