Minggu, 12 April 2026

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Mengukir Pilar Bangsa: Berikut Sejarah Hari Lahirnya Pancasila

Pancasila, lebih dari sekadar lima sila, Pancasila adalah jiwa, jati diri, dan panduan arah bagi bangsa Indonesia dalam mengarungi dinamika zaman. 

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Mengukir Pilar Bangsa: Berikut Sejarah Hari Lahirnya Pancasila
Istimewa
SEJARAH HARI LAHIR PANCASILA- Ilustrasi Foto: Istimewa 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA- Setiap tanggal 1 Juni, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila.

Momentum ini bukan sekadar libur nasional, melainkan pengingat akan sebuah proses pemikiran mendalam yang melahirkan dasar negara kita,

Pancasila, lebih dari sekadar lima sila, Pancasila adalah jiwa, jati diri, dan panduan arah bagi bangsa Indonesia dalam mengarungi dinamika zaman. 

Baca juga: Apa Kabar Penyelesaian Kasus Penembakan Tobias Silak? Dewan Gereja Papua Buka Suara

Namun, tahukah kita bagaimana sebenarnya "hari lahir" ini ditetapkan dan apa saja peristiwa penting yang menyertainya?

Bibit Pemikiran untuk Indonesia Merdeka

Kisah Hari Lahirnya Pancasila tak bisa dilepaskan dari Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang,

Dokuritsu Junbi Cosakai, yang dibentuk pada 29 April 1945. BPUPKI memiliki tugas mulia untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara.

Pada sidang pertama BPUPKI yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh bangsa bergotong royong menyampaikan gagasan-gagasan fundamental mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Keluarkan Surat Imbauan Kamtibmas Pasca-Pembacokan Anggota Polisi 

Debat dan diskusi berlangsung alot, mencerminkan keragaman pemikiran namun dengan satu tujuan: mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berlandaskan nilai-nilai luhur.

Pidato Soekarno dan Lima Mutiara

Di tengah kebuntuan dan beragamnya usulan, pada 1 Juni 1945, Ir  Soekarno tampil ke mimbar dengan sebuah pidato yang menggugah.

Dalam pidatonya yang fenomenal tersebut, Soekarno mengemukakan lima prinsip dasar yang ia namakan Pancasila.

Ia bukan hanya menyajikan konsep, tetapi juga menjelaskan esensi dari setiap sila, menjadikannya satu kesatuan yang utuh. Kelima prinsip yang ia ajukan adalah:

Baca juga: 36 Tahun Mengabdi, Mursaling Kepala BNNK Mimika Naik Pangkat dari Kompol ke AKBP

Kebangsaan Indonesia (yang kemudian berkembang menjadi Persatuan Indonesia)

Internasionalisme atau Perikemanusiaan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved