Jumat, 17 April 2026

YPMAK

Siswa SATP Timika Angkat Enam Provinsi di Papua Pada Ajang Kokurikuler Day 2026

Dengan menulis buku ini, saya berharap mereka semakin mencintai budayanya sendiri. Ke mana pun mereka pergi

Tayang:
zoom-inlihat foto Siswa SATP Timika Angkat Enam Provinsi di Papua Pada Ajang Kokurikuler Day 2026
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
Nampak Wali kelas 5A SATP Timika bersama siswa menampilkan buku saku kearifan lokal di Papua, di Hall 2 , Sekolah Asrama Taruna Papua, Jalan Sopoyono SP 4, Mimika, Papua Tengah, Jumat (10/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan Kokurikuler Day 2026 di SATP Timika menjadi ajang siswa menampilkan kreativitas, salah satunya melalui pembuatan buku saku kearifan lokal dari enam provinsi di Papua.
  • Program ini bertujuan menumbuhkan kecintaan budaya sekaligus melatih kemampuan menulis dan kerja sama siswa.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Kegiatan Kokurikuler Day 2026 diselenggarakan di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) dengan mengusung tema "Karya Nusantara Kreativitas Anak Bangsa".

Berbagai kreativitas ditampilkan oleh siswa SATP yang merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kegiatan Kokurikuler Day 2026 ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas, kolaborasi, serta inovasi dalam balutan tema karya nusantara dan kreativitas anak bangsa.

Baca juga: Menteri Koperasi RI Rencana Kunjungi Kabupaten Intan Jaya, Bupati Aner: Kami Siap

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat (9-10 April 2026).

Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi menjelaskan, pembelajaran tidak hanya berfokus di dalam kelas, tetapi juga diperluas melalui kegiatan kokurikuler yang tetap terintegrasi dengan materi pembelajaran.

“Pembelajaran harus menyenangkan, menggembirakan, dan sesuai dengan konteks anak. Jadi tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga memperdalam dan memperkaya materi melalui kegiatan kokurikuler,” ujarnya.

Salah satu kreativitas yang ditampilkan siswa adalah pengenalan kearifan lokal Papua oleh siswa kelas 5.

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kearifan lokal kepada murid, melatih kemampuan mengumpulkan dan menyajikan informasi secara sederhana, serta mengembangkan kreativitas melalui pembuatan buku saku.

Dalam kegiatan tersebut, siswa menulis tentang berbagai provinsi di Papua beserta ragam budayanya yang kemudian disusun dalam bentuk buku saku.

Wali Kelas 5A SATP, Herlyn Laga menjelaskan, pembuatan buku saku ini bertujuan agar siswa lebih mengenal kearifan lokal di Pulau Papua.

Baca juga: Bupati Intan Jaya Bentuk Tim Pengawasan Atasi Mafia Tiket yang Merugikan Warga

“Pulau Papua terdiri dari enam provinsi, sehingga siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk membuat buku saku tentang kearifan lokal dari masing-masing provinsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga melatih kemampuan menulis, kemandirian, serta kerja sama dalam kelompok.

Menurutnya, dalam buku saku tersebut terdapat berbagai informasi kearifan lokal dari setiap provinsi di Papua, mulai dari makanan khas, pakaian adat, rumah adat, hingga bahasa daerah.

“Dalam satu kelas terdapat enam kelompok yang masing-masing membuat buku saku dari enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan,” katanya.

Baca juga: Waspada DBD di Musim Kering, Puskesmas Timika Siapkan Pemeriksaan Massal Malaria

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved