Minggu, 26 April 2026

Aksi Tolak Mendagri di Jayapura

Polisi Bubarkan Massa Aksi Tolak Kedatangan Mendagri di Bandara Sentani, Ada Apa?

Aksi dimulai sekitar pukul 06.40 WIT, dipimpin Ketua PW Papua Barikade 98, Yulianus Dwaa, dan diikuti sekitar 30 peserta.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Polisi Bubarkan Massa Aksi Tolak Kedatangan Mendagri di Bandara Sentani, Ada Apa?
Foto Dok Polres Jayapura
TOLAK KEDATANGAN MENDAGRI- Kelompok Barikade 98 lakukan aksi demo di Jalan Bandara Sentani. Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan orasi penolakan terhadap kedatangan Menteri Dalam Negeri Republik (Mendagri) Indonesia di Tanah Papua. Foto:: Dok Polres Jayapura 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SENTANI- Kedatangan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian disambut aksi protes oleh kelompok Barikade 98 di depan Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (12/8/2025) pagi.

Aksi dengan kekuatan massa 30 orang ini dimulai sekitar pukul 06.40 WIT, dan dipimpin Ketua PW Papua Barikade 98, Yulianus Dwaa.

Massa menyampaikan orasi menolak kehadiran Mendagri dan menyoroti isu netralitas dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.

Baca juga: Drama Pilkada Papua: Saat Hitung Cepat Beda Hasil dan Kemenangan Dideklarasikan Sebelum Waktunya

Dalam orasi, massa juga menuntut pergantian Penjabat  (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni dan meminta pemerintah pusat tidak mengintervensi proses demokrasi di Papua.

Spanduk berisi desakan netralitas ASN, TNI-Polri, dan penyelenggara pemilu turut dibentangkan dalam aksi tersebut.

Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, memimpin langsung pengamanan bersama Kabag Ops AKP Suheriyono, Kapolsek Sentani, dan personel gabungan Polsek Sentani Kota, serta Polsek KP3 Bandara Sentani.

Dari pantauan, aksi diawali i jalan pertigaan lampu merah Bandara Sentani.

Baca juga: Masyarakat Adat Papua Gelar Aksi, Tuntut Pj Gubernur Dievaluasi dan Netralitas ASN di Pilgub

Namun, sekitar pukul 08.30 WIT, massa mencoba bergerak masuk ke area bandara tanpa izin.

Langkah tersebut dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar Bandara Sentani.

Kapolres Jayapura kemudian memerintahkan pembubaran massa secara tertib untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Umar menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati hak warga dalam menyampaikan pendapat, namun tidak mentolerir tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

“Aksi boleh dilakukan, tapi jangan mengganggu aktivitas orang lain. Saya punya tanggung jawab menjaga kamtibmas sebagai Kapolres dan anak asli Jayapura. Kalian jaga saya, saya jaga kalian,” tegasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved