Selasa, 19 Mei 2026

PT Freeport Indonesia

180 Anak di Kabupaten Mimika Ikut Coaching Clinic Diadakan PTFI 

"Kegiatan ini dihadiri sekitar 18 Sekolah Sepak Bola (SSB), sekitar 180 peserta anak-anak Se-Kabupaten Mimika.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto 180 Anak di Kabupaten Mimika Ikut Coaching Clinic Diadakan PTFI 
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
COACHING CLINIC- Sambut HUT ke-80 RI, PT Freeport Indonesia gelar Coaching Clinic bagi 18 SSB Se-Kabupaten Mimika, di Lapangan Mimika Sport Complex, Jalan Caritas SP 2, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (14/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Menyambut dan memeriahkan HUT Ke-80 RI, PT Freeport Indonesia menggelar Coaching Clinic di lapangan Mimika Sport Complex (MSC) Jalan Caritas, SP 2, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (14/8/2025). 

Baca juga: HUT ke-80 RI, Pemkab Nabire Gelar Pangan Murah Ciptakan Kebahagiaan Untuk Masyarakat

Kegiatan ini dilakukan untuk medorong dan pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Mimika dan sebagai sarana dan pembentukan karakter serta sportivitas generasi muda. 

Tujuan kegiatan adalah bagaimana memanamkan nilai nasionalisme dan kebersamaan lewat sepak bola. Memberikan edukasi dan pelatihan teknik dasar sepak bola bagi pemain U-13.

Kegaiatan ini juga dilakukan guna menjalin sinergi antara PT Freeport Indonesia masyarakat hingga komunitas olahraga. 

Zulkifli Lambali, Executive Vice President Site Operation PTFI menyampaikan, lewat kegiatan Coaching Clinic diikuti 180 anak-anak se-kabupaten Mimika. 

"Kegiatan ini dihadiri sekitar 18 Sekolah Sepak Bola (SSB), sekitar 180 peserta anak-anak Se-Kabupaten Mimika. Ini tentunya kita harapkan agar akhir dari coaching clinic ini anak-anak ku sekalian bisa mengambil sesuatu yang sangat penting dari pelatih kita," kata Zulkifli.

Baca juga: Semarak HUT ke-80 RI: Pemkab Nabire Gelar Pangan Murah, Jaga Inflasi dan Daya Beli Warga

Lanjutnya, sehingga kedepan anak-anak sekalian bisa mempunyai karakter lebih baik. Berolahraga atau menjadi pemain sepak bola, itu harus punya rasa sportivitas yang tinggi. 

"Jadi anak-anakku sekalian pastikan, ambil tekniknya, manfaatkan teknik-teknik dilatih oleh pelatih. Latih sportivitas dan buat karakter yang baik buat diri masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Semarak HUT ke-80 RI: Pemkab Nabire Gelar Pangan Murah, Jaga Inflasi dan Daya Beli Warga

Lanjutnya, suatu saat nanti  akan mungkin mempunyai nama-nama baru pemain nasional di suplay dari Kabupaten Mimika

"Saya berharap suatu saat nanti, dari 180 anak ini. Ada beberapa atau bahkan semuanya, bisa menjadi pemain-pemain unggulan, menyumbang pemain nasional maupun pemain di tingkat dunia, Amin," harapnya. 

Ia mengungkapkan, satu harapan besar buat Freeport Indonesia agar bisa berkolaborasi, saling berintegrasi, bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada di Timika terutama menyangkut tentang penggembang sepak bola ada di Kabupaten Mimika, Papua dan Indoensia. 

Baca juga: Reses di Mimika, Peanus Uamang Serap Aspirasi Warga Hoeya dan Tembagapura

Kata dia semua mengetahui bahwa anak-anak yang dibesarkan di Papua adalah orang-orang sudah terkenal menjadi suplay kepada tim nasional . 

"Kita bisa melihat begitu banyak pemain-pemain. nasional yang sangat terkenal misalnya Boas Salosa dikenal begitu baik sepak terjangnya baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional," harapnya. 

Ia mengucapkan terimakasih kasih kepada Coach Wolfgang yang sudah hadir. Kami berharap bapak bisa menciptakan Boas Salosa baru di bumi Papua ini," ucapnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved