Senin, 4 Mei 2026

PT Freeport Indonesia

Didukung PT Freeport Indonesia, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak

"Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek

Tayang:
zoom-inlihat foto Didukung PT Freeport Indonesia, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak
TribunPapuaTengah.com/PT Freeport Indonesia
PELATIHAN AI- Suasana pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan (AI Ignition Training) digelar Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP), Grasberg Academy, didukung PT Freeport Indonesia (PTFI), (30/4/2026). 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Peserta pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan (AI Ignition Training) digelar Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP), Grasberg Academy, didukung PT Freeport Indonesia (PTFI) membludak melebihi kuota yang ditentukan.

Ratusan peserta yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga profesional lokal antusias mengikuti pelatihan di Hotel Horison Diana, Timika, 30 April 2026.  

Baca juga: Masyarakat Adat Pesisir 6 Suku di Nabire Tatap Muka Bahas Mubes

“Antusiasme peserta terhadap pelatihan kecerdasan artifisial (AI) sangat tinggi. Meski registrasi resmi dibuka pada pukul 08.00 WIT, peserta telah memadati lokasi kegiatan sejak pukul 06.00 WIT dengan semangat besar untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan,” kata Program Lead Regional Papua dan Maluku Elviliana Y. Watopa di Timika.

Ia menjelaskan dari target awal sebanyak 170 peserta, jumlah kehadiran meningkat signifikan hingga 277 orang yang akhirnya diakomodasi masuk ke dalam venue, terdiri atas perwakilan 11 SMK, satu politeknik, 50 peserta dari IPN, perwakilan Youth Creative HUB Papua–Timika, serta peserta umum dengan rentang usia 15 hingga 50 tahun.  

Lonjakan partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat generasi muda Timika terhadap penguasaan teknologi digital khususnya AI sangat positif.

Ini menegaskan bahwa inisiatif pengembangan kapasitas berbasis teknologi masa depan sangat dibutuhkan dan memiliki relevansi tinggi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Papua,” kata Elviliana.  

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Dr. Velix V. Wanggai mengapresiasi semangat anak-anak muda Papua untuk mempelajari hal baru.

Baca juga: Soroti Penerangan Jalan Papua Selatan, Aliansi Pemuda: Kebijakan Tak Mandiri dan Rawan Penyimpangan

Dalam sambutannya saat membuka, Velix menekankan tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua.  

Otonomi Khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua.

"Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia. Kolaborasi hari ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah, swasta, dan komunitas bergerak serentak, dampak positif akan tercipta lebih cepat dan berkelanjutan," kata Velix. 

Baca juga: Dari Momen Hardiknas 2026, BGN Nabire Ajak Sekolah Tingkakant Edukasi Gizi Cetak Generasi Emas Papua

Sementara itu, Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia Engel Enoch menegaskan bahwa keberlanjutan sejati lahir dari pemberdayaan manusia.

Ia mengatakan AI Ignition Training membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman.

Hal ini sejalan dengan langkah PTFI dalam mengembangkan talenta muda Papua agar memiliki keterampilan yang relevan, daya saing global, serta kepercayaan diri untuk menciptakan solusi lokal yang berdampak nasional.

Baca juga: Bea Cukai Timika Musnahkan Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal, Ini Rinciannya

“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci agar generasi muda Papua mampu mengambil peran strategis di masa depan,” katanya Engel.  

Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan ini diselenggarakan AI Ignition Indonesia, Grasberg Academy dan KUMPUL, didukung Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, dan Asian Development Bank (ADB) sebagai bagian dari komitmen global untuk mempercepat inklusi digital, pengembangan talenta, dan inovasi berbasis teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Baca juga: Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved