Sabtu, 2 Mei 2026

YPMAK

Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK

“Kami ingin melihat bagaimana dampak layanan dari mitra kepada masyarakat, apakah benar-benar membantu dan bagaimana hubungan

Tayang:
zoom-inlihat foto Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
FOTO BERSAMA- Nampak Divisi Monev Kesehatan YPMAK saat foto bersama dengan petugas Kampung Sehat di Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh.Papua Tengah, Jumat (01/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Warga Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh menilai pelayanan Program Kampung Sehat dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Salah satu warga, Hendrikus Kimi mengatakan pelayanan kampung sehat berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIT. 

Namun, petugas tetap memberikan pelayanan di luar jam tersebut jika ada warga membutuhkan penanganan medis.

Baca juga: Penemuan Mayat di Jembatan Kilometer 9, Kapolres Mimika: Awalnya Laka Lantas Berujung Penganiayaan

“Pelayanan kampung sehat ini buka mulai jam 09.00 WIT, tapi kalau ada masyarakat yang sakit kapan saja mereka layani,” ujarnya di Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (01/5/2026). 

Warga lainnya, Maria Kabarubun mengaku kehadiran layanan kampung sehat sangat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.

Menurutnya, meski bangunan puskesmas sudah tersedia di kampung tersebut, tenaga medis belum tersedia secara optimal sehingga warga masih sangat bergantung pada layanan dari YPMAK.

Ia juga menyebut penyakit sering dialami warga adalah malaria dan diare.

Sebelum adanya petugas kampung sehat warga kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan transportasi dan biaya, termasuk untuk membeli bahan bakar.

“Kalau tidak ada petugas kampung sehat, kami setengah mati. Tapi sekarang sangat membantu, jadi penyakit bisa cepat ditangani,” ungkapnya.

Kepala Kampung Ararau, Leander Maita, mengapresiasi pelayanan kesehatan diberikan namun berharap adanya peningkatan dalam hal koordinasi dan penyampaian informasi kegiatan kepada pemerintah kampung.

Baca juga: Demo 1 Mei di Timika, Massa Suarakan Penarikan Satgas yang Beroperasi di Papua 

“Saya berterima kasih atas kehadiran petugas dan layanan Kampung Sehat. Tapi kalau ada kegiatan, saya harap bisa diinformasikan kepada saya sebagai kepala kampung,” ujarnya.

Bidan Kampung Sehat YPMAK, Adina Tulhujjah, serta perawat Bernardeta Batlyayeri menyampaikan bahwa pada dasarnya masyarakat Kampung yang datang hendak berobat biasanya langsung di basecamp Kampung sehat. 

"Pelayanan kepada masyarakat setempat itu biasanya kami buka pada Pukul 09.00 hingga 17.30, namun kalau ada masyarakat yang butuh penanganan mendesak ki tetap layani, "ucap Bidan Adina Tulhujjah. 

Baca juga: Rayakan Papua Kembali ke NKRI, Ribuan Bendera Merah Putih Berkibar di Nabire

Ia menyebutkan  jenis penyakit yang mendominasi di Kampung tersebut adalah malaria serta nyeri sendi, hal ini dikarenakan tingginya aktivitas masyarakat di luar rumah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved