Kabupaten Deiyai
Bupati Deiyai Sidak ke Pasar Sentral Waghete-Deiyai, Pantau Harga Bahan Pokok
“Apabila harga beras ini terus dinaikkan, masyarakat akan pergi beli di Paniai dan Dogiyai. Padahal, kita ingin agar uang beredar di Deiyai.
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/senin-5.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, DEIYAI - Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote didampingi Wakil Bupati (Wabup) Ayub Pigome, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Burno Mote, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, melakukan sidak ke Pasar Sentral Waghete.
Baca juga: Hadiah Utama 3 Unit Sepeda Motor Lomba HUT ke-80 RI di Kabupaten Deiyai Akhirnya Diserahkan
Bupati Mote bersama rombongan Inpeksi mendadak sidak pada Senin (15/9/2025) pagi pukul 10.00 WIT, di Pasar Kota Waghete, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Bupati Mote menyampaikan, sidak bertujuan memantau dan menekan harga bahan pokok mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu pasca Jalan Trans Nabire-Ilaga putus akibat longsor.
Bupati Mote menemui para pedagang dan distributor, berpesan jalan Trans Nabire-Ilaga kembali normal dan tidak ada alasan harga sembako dan barang lainnya naik.
“Akses jalan sudah normal, sehingga harga sembako harus kembali normal,” pesan Bupati Mote.
Baca juga: Geruduk Kantor BKPSDM, Massa Kode R Papua Tengah Tuntut Keadilan
Bupati Mote mengajak para pedagang, terutama mama-mama pasar, untuk bersama-sama menurunkan harga demi kesejahteraan masyarakat.
“Kami sudah sampaikan kepada mama-mama pasar. Pedagang harus menurunkan harga. Jika ada yang menaikkan harga, laporkan kepada kami,” tegas Mote.
Baca juga: Massa Tergabung Dalam Kelompok Kode R Kembali Geruduk Kantor BKPSDM Papua Tengah
Menurut Bupati, tingginya harga sembako dapat berdampak negatif pada perekonomian di Deiyai.
Ia khawatirkan, jika harga terus melonjak, masyarakat akan beralih mencari kebutuhan pokok di kabupaten tetangga, seperti; Paniai atau Dogiyai.
Baca juga: Geger Penemuan Mayat Pria Misterius Disekitar Hotel Tabita Sentani
“Apabila harga beras ini terus dinaikkan, masyarakat akan pergi beli di Paniai dan Dogiyai. Padahal, kita ingin agar uang beredar di Deiyai. Sehingga, harga harus kembali normal,” ujarnya.
Bupati menambahkan, jika masyarakat memilih berbelanja di luar Deiyai, para pedagang di Deiyai sendiri yang akan merugi karena, modal mereka tidak akan kembali.
Baca juga: Jelang HUT ke-80 TNI, Kodim 1710/Mimika Patroli Humanis
Pasalnya, Masyarakat tidak akan rugi menanggung ongkos perjalanan demi mendapatkan harga yang lebih murah.
“Jika tidak, maka modal tidak akan kembali karena masyarakat akan berpikir harga, tidak memikirkan biaya ongkos pulang pergi Paniai-Deiyai atau Deiyai-Dogiyai,” pungkasnya.
Baca juga: Tingkatkan Literasi, Pemkab Mimika Bangun Perpustakaan Modern di Daerah Pesisir
Kunjungan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mengatasi persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Diharapkan harga bahan pokok dapat kembali stabil dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.(*)
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Deiyai
Bupati Deiyai Meklianus Mote
Bupati Deiyai Sidak ke Pasar Sentral
Wakil Bupati Deiyai Ayub Pigome
| Persidei Deiyai Jadi Pendaftar Pertama Liga 4, Melkianus Mote: Kami Dukung Penuh |
|
|---|
| Warga Geram Atas Tumpukan Sampah dan Limbah Ludah Pinang Penuhi Kali Oneibo di Kabupaten Deiyai |
|
|---|
| Pembangunan Aula Serbaguna TUYANA Deiyai Hampir Tuntas, Peresmiannya Dalam Waktu Dekat |
|
|---|
| Pemkab Deiyai Salurkan Mesin Babat dan Bibit Sayur, Ini yang Ditegaskan Bupati Mote |
|
|---|
| Pelatihan SIAK Plus, Dukcapil Dogiyai Perkuat Data Kependudukan OAP |
|
|---|