Rabu, 15 April 2026

Pengurus KPA Deiyai Dilantik

Ini Pesan Bupati Deiyai Saat Hadiri ‎Pelantikan Pengurus KPA Deiyai

‎“Masuk di sekolah harus lewat guru, di gereja dan masjid lewat rohaniawan, sementara di kalangan pemuda bisa melalui

Tayang:
zoom-inlihat foto Ini Pesan Bupati Deiyai Saat Hadiri ‎Pelantikan Pengurus KPA Deiyai
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
SAMBUTAN- Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Deiyai memberikan sambutannya dalam acara pelantikan berlangsung di Aula BKPSDM Deiyai, Kompleks Perkantoran, Tigi, Deiyai, Papua Tengah, Rabu (8/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎‎TRIBUNPAPUATENGAH.COM, DEIYAI- Penanggulangan HIV/AIDS merupakan pekerjaan mulia dan membutuhkan sinergitas serta keberanian dari semua pihak.

‎Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, dalam acara pelantikan Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Deiyai periode 2025–2030.

‎Pelantikan berlangsung di Aula BKPSDM Deiyai, Kompleks Perkantoran, Tigi, Deiyai, Papua Tengah, Rabu (8/10/2025).

Baca juga: Pengurus KPA Deiyai Dilantik, Pentingnya Sosialisasi Edukasi HIV/AIDS

‎Turut dihadiri Ketua KPA Papua Tengah Frenny Anouw dan jajaran pengurus harian, sejumlah pejabat daerah, lintas elemen di Kabupaten Deiyai.

‎Bupati Mote mengaku pernah menjadi relawan HIV/AIDS selama dua tahun dan mengetahui betapa sulitnya mengajak masyarakat untuk memeriksakan diri.

‎“Jujur saja, bahkan pengurus KPA sendiri sering takut untuk periksa, apalagi masyarakat umum. Karena itu, sinergi antarlembaga sangat penting,” tegasnya.

 

‎Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara KPA, Dinas Kesehatan, RSUD, DPMK, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain itu, kerja sama juga perlu dibangun dengan LSM dan organisasi internasional untuk mendapatkan bahan sosialisasi seperti pamflet, flyer, dan alat edukatif lainnya.

‎“Masuk di sekolah harus lewat guru, di gereja dan masjid lewat rohaniawan, sementara di kalangan pemuda bisa melalui KNPI dan KONI,” ujar Mote.

Baca juga: Pansus Kemanusiaan DPR Papua Tengah Kunjungi Pengungsi di Sinak Kabupaten Puncak

‎Bupati juga meminta agar KPA Deiyai memulai langkah awal dengan melakukan pemetaan komunitas di berbagai lembaga sosial dan keagamaan.

‎“Di dalam gereja misalnya, harus ada tim dari dalam gereja itu sendiri,” katanya.

‎Ia menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh kepada KPA dan organisasi lainnya, tetapi harus disertai bukti kerja nyata.

Baca juga: Libatkan Lembaga Kesehatan, Pemprov Papua Tengah Mulai Susun RADPPD 2025-2030

‎“Dana hibah hanya akan diberikan bagi lembaga yang benar-benar bekerja. Tidak ada yang datang bantu kita, kecuali kita anak asli sendiri yang peduli dengan masyarakat kita,” ujarnya dengan tegas.

‎Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Bupati Mote juga memastikan bahwa pada tahun 2026, pengurus KPA dan LSM aktif akan didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

‎“Tinggal ketua KPA mendata nama-nama yang aktif untuk kami daftarkan,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved