Selasa, 5 Mei 2026

SPMM Dogiyai Tolak DOB Mapia Raya

SPMM Dogiyai Tolak DOB Mapia Raya, Ini Tanggapan DPR Papua Tengah

“Kalau memang ingin ada pemekaran, harus ada kajian ilmiah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” sambungnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto SPMM Dogiyai Tolak DOB Mapia Raya, Ini Tanggapan DPR Papua Tengah
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
ASPIRASI- Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Kabupaten Dogiyai, menyerahkan Aspirasi Tolak DOB Mapia Raya, berlangsung di Restoran Sari Kuring, Jalan Kupang, Kali Susu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (9/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia‎

‎‎TRIBUNPAPUATENGAH.COM, DOGIYAI - Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat (SPMM) Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah resmi menyerahkan aspirasi penolakan terhadap rencana pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Mapia Raya kepada DPR Provinsi Papua Tengah.

Penyerahan aspirasi ini berlangsung di Restoran Sari Kuring, Jalan Kupang, Kali Susu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (9/9/2025), malam pukul 19.00 WIT.

Baca juga: TKBM Pelabuhan Pomako Blokade Jalan, Penyebabnya Sengketa Lahan

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPR Provinsi Papua Tengah, Delius Tabuni, didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, serta sejumlah anggota DPR lainnya.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR Papua Tengah asal Kabupaten Dogiyai, Elias Anou, menegaskan bahwa Dogiyai belum memenuhi kriteria dan persyaratan untuk dimekarkan menjadi dua kabupaten.

“Dogiyai tidak layak untuk dimekarkan menjadi Kabupaten Mapia Raya. Biasanya, dorongan pemekaran DOB hanya diperjuangkan oleh segelintir orang demi kepentingan politik mereka sendiri,” tegas Elias di hadapan para perwakilan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Dogiyai.

Ia juga menambahkan, DPR Papua Tengah hingga saat ini belum menemukan adanya kajian akademis yang mendasari usulan pemekaran tersebut.

Baca juga: Helikopter PT Intan Angkasa Dikabarkan Hilang Kontak, Kapolres: Infonya Sudah Ditemukan

“Kalau memang ingin ada pemekaran, harus ada kajian ilmiah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal aspirasi solidaritas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Dogiyai hingga ke tingkat pusat.

Baca juga: Helikopter PK-IWS Milik PT Intan Angkasa Hilang Kontak Saat Terbang dari Ilaga ke Timika

“Kami di DPR Papua Tengah akan berdiri bersama masyarakat. Untuk itu, kami akan utus DPRP perwakilan Dogiyai yang ada untuk mengawal Aspirasi ini hingga ke Jakarta. Sebagai wakil rakyat, ini sudah menjadi tugas kami untuk mendengarkan dan memperjuangkan suara warga,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved