Jumat, 8 Mei 2026

Kabupaten Dogiyai

Peduli Ekonomi Rakyat, Pemkab Dogiyai Libatkan Komunitas Tukang Ojek

“Tukang ojek ini kerja luar biasa. Hujan, panas, jalan rusak, lumpur, rawa, tetap jalan antar orang. Jadi fisik dan mental harus siap,” katanya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Peduli Ekonomi Rakyat, Pemkab Dogiyai Libatkan Komunitas Tukang Ojek
TribunPapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
PELATIHAN TUKANG OJEK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai lewat Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja lanjutkan kegiatan Pelatihan Menata Pertumbuhan Ekonomi Dogiyai Tahun 2026 pada hari ketiga, Rabu (6/5/2026), di Aula Gereja KINGMI Digikotu, Klasis Kamuu, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

TRIBUNPAUATENGAH.COM, DOGIYAI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai lewat Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja lanjutkan kegiatan pelatihan menata pertumbuhan ekonomi Dogiyai tahun 2026 selama tiga hari belakangan ini.

Pelatihan dilaksanakan di Aula Gereja KINGMI Digikotu, Klasis Kamuu, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini lanjutan dari pelatihan yang sudah jalan sejak 4 Mei lalu untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat Dogiyai.

Baca juga: Laga Pamungkas Persipura vs Adhyaksa, Gubernur Papua Tengah Siapkan Nobar pada Tiga Lokasi di Nabire

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dogiyai Fabianus Pekei, para pemateri, panitia, dan lebih dari 150 anggota Komunitas Tukang Ojek Kabupaten Dogiyai.

Dalam sambutannya, Fabianus mengatkan, Dogiyai punya banyak potensi ekonomi yang besar tinggal bagaimana masyarakat bisa kelola dengan baik.

“Dogiyai ini daerah yang kaya sekali. Kita punya kopi Moanemani, hasil kebun, noken, sampai anyam kulit kayu. Semua itu Tuhan kasih untuk jadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, ekonomi tidak akan tumbuh sendiri kalau masyarakat tidak punya pengetahuan bagaimana atur dan jalankan usaha dengan baik.

“Ekonomi itu harus ditata. Harus ada strategi, harus tahu pasar, harus bisa kelola usaha baik, dan koperasi harus jadi penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Fabianus mengatakan, tahun 2026 ini pemerintah fokus dorong penguatan tata kelola usaha, pembinaan koperasi, legalitas usaha, dan pengembangan produk lokal supaya hasil-hasil Dogiyai tidak terus dijual mentah tanpa nilai tambah.

“Kita tidak mau orang Dogiyai cuma jadi penonton di tanah sendiri. Kita mau anak-anak Dogiyai jadi pelaku usaha dan jadi penggerak ekonomi di kampung masing-masing,” tegasnya.

Baca juga: Ini Daftar Nama-nama Pengurus DPW dan DPD PSI Periode 2025-2030 Papua Tengah yang Dilantik

Sementara itu dalam arahannya, Natalis Agapa kasih motivasi khusus kepada anggota komunitas tukang ojek yang ikut dalam pelatihan.

Menurut dia, tukang ojek punya peran penting karena setiap hari bantu masyarakat pergi dan pulang di berbagai tempat.

“Tukang ojek ini kerja luar biasa. Hujan, panas, jalan rusak, lumpur, rawa, tetap jalan antar orang. Jadi fisik dan mental harus siap,” katanya.

Natalis juga dorong komunitas ojek supaya mulai bangun organisasi yang lebih tertib, punya pangkalan tetap, tarif jelas, serta perlengkapan keselamatan dan identitas yang rapi.

Baca juga: Pemprov Papua Tengah Gelar Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved