Jumat, 8 Mei 2026

Info Papua

AJI Latih Jurnalis Papua Perkuat Keamanan Digital dan Pemanfaatan AI

Hari pertama dilaksanakan di Kantor Gubernur Papua, sementara hari kedua dipusatkan di salah satu hotel di Kota Jayapura

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto AJI Latih Jurnalis Papua Perkuat Keamanan Digital dan Pemanfaatan AI
TribunPapuaTengah.com/Yulianus Magai
PELATIHAN AI - Sekjen AJI Indonesia, Bayu Wardhana, menyampaikan keterangan kepada awak media usai pelatihan keamanan digital dan pemanfaatan AI di Kota Jayapura, Rabu (6/5/2026). Foto Yulianus Magai Tribun Papua. Foto Yulianus Magai 
Ringkasan Berita:
  • AJI Indonesia menggelar pelatihan keamanan digital dan AI bagi jurnalis di Jayapura pada 5-6 Mei 2026. 
  • Rangkaian WPFD 2026 ini bertujuan membekali peserta menghadapi ancaman siber seperti peretasan dan doxing. 
  • Sekjen AJI, Bayu Wardhana, menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap berpegang pada etika jurnalistik demi menjaga integritas informasi serta keamanan jurnalis di ruang digital.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA - Di tengah meningkatnya ancaman terhadap jurnalis, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar pelatihan keamanan digital dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) di Kota Jayapura, Papua.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di lokasi berbeda (5-6) Mei 2026.

Hari pertama dilaksanakan di Kantor Gubernur Papua, sementara hari kedua dipusatkan di salah satu hotel di Kota Jayapura

Pelatihan keamanan dan pemanfaatan AI ini diikuti puluhan peserta dari kalangan jurnalis dan kreator konten yang aktif di berbagai platform digital.

Baca juga: Gubernur Nawipa Bakal Sapu Bersih Tambang Ilegal di Papua Tengah, Petrus Suripatty: Kami Dukung! 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jurnalis di tengah perubahan lanskap media yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya teknologi digital dan AI atau kecerdasan buatan yang berkembang pesat.

Sekjen  AJI Indonesia, Bayu Wardhana, mengatakan kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada aspek perlindungan diri jurnalis di ruang digital.

Menurutnya, kesadaran jurnalis terhadap keamanan digital sebenarnya sudah mulai terbentuk.

Hal ini terlihat dari penggunaan fitur keamanan dasar seperti verifikasi dua langkah pada aplikasi pesan instan maupun email.

Baca juga: Protes Banjir Akibat Drainase Buruk, Warga Palang Akses Menuju Jalan Baru Timika

Namun demikian, Bayu menilai pemahaman tersebut masih perlu diperdalam agar dapat benar-benar melindungi jurnalis dari berbagai potensi ancaman, seperti peretasan, doxing, hingga penyalahgunaan data pribadi.

“Kesadaran teman-teman sudah cukup baik, tetapi tantangannya adalah bagaimana pengetahuan itu dipraktikkan secara konsisten dalam kerja jurnalistik sehari-hari,” ujarnya.

Bayu menambahkan, jurnalis saat ini tidak hanya dituntut mampu menghasilkan karya yang informatif dan akurat, tetapi juga harus memahami risiko keamanan yang melekat dalam penggunaan teknologi digital.

Selain membahas keamanan digital, pelatihan ini juga memberikan pengenalan dan pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik.

Baca juga: Eksekutif Mengajar: Sinergi Freeport Indonesia-Uncen Siapkan SDM Papua Berdaya Saing Global

Peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk mendukung proses produksi konten, mulai dari riset data, pengolahan informasi, hingga distribusi berita.

Bayu menegaskan, penggunaan AI harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip jurnalistik, seperti akurasi, verifikasi, dan etika.

“AI bisa membantu mempercepat kerja, tetapi tidak bisa menggantikan tanggung jawab jurnalis dalam memastikan kebenaran informasi,” katanya.

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Daya (WPFD) 2026.

Momentum ini dimanfaatkan AJI untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya kebebasan pers sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis di era digital.

Baca juga: Warga Potowaiburu Manfaatkan Bantuan Jaring Untuk Menambah Penghasilan

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti sesi praktik langsung, seperti simulasi pengamanan akun, pengelolaan data sensitif, serta penggunaan alat-alat digital yang aman.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini karena dinilai relevan dengan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Terlebih, banyak jurnalis kini juga merangkap sebagai kreator konten yang aktif di media sosial.

Baca juga: YPMAK Tinjau Program Kampung Sehat di Aikawapuka, Ini Hasilnya

Dengan bekal pelatihan ini, diharapkan jurnalis dan kreator muda di Papua tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai ancaman, khususnya di ruang digital.

“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di sini. Apa yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan dalam kerja sehari-hari, baik dalam peliputan maupun dalam membuat konten yang bertanggung jawab,” pungkas Bayu. (*)
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved