Rabu, 6 Mei 2026

PTFI

Eksekutif Mengajar: Sinergi Freeport Indonesia-Uncen Siapkan SDM Papua Berdaya Saing Global

"Dengan pembelajaran kontekstual ini, mahasiswa siap menghadapi dinamika dunia kerja yang sesungguhnya," sambung Oswald. 

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Eksekutif Mengajar: Sinergi Freeport Indonesia-Uncen Siapkan SDM Papua Berdaya Saing Global
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PTFI - Rektor UNCEN (delapan dari kiri) Prof Oscar Oswald O Wambrauw berfoto bersama narasumber eksekutif PTFI,dan seluruh mahasiswa lintas fakultas Uncen Jayapuradalam momentum kick-off Program Eksekutif Mengajar. Foto Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • PTFI dan Uncen Jayapura meluncurkan Program Eksekutif Mengajar untuk menyiapkan lulusan Papua yang kompeten di industri global. 
  • Rektor Uncen, Prof. Oscar Wambrauw, menyebut program ini memberi perspektif nyata dunia pertambangan. 
  • Sesi materi mencakup tata kelola keselamatan operasional dan kepemimpinan perempuan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi akademisi-industri secara berkelanjutan.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Universitas Cenderawasih (Uncen Jayapura) memulai Program Eksekutif Mengajar.

Program ini untuk memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademisi untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri global dari Papua.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen PTFI yang turun langsung ke kampus. Ini bukan sekadar
kuliah tamu, tapi ruang bagi mahasiswa untuk melihat 'dapur' industri pertambangan kelas dunia," kata Rektor Uncen Prof Oscar Oswald O Wambrauw saat penutupan kegiatan Eksekutif Mengajar, di Auditorium Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Uncen-PTFI, belum lama ini..

"Dengan pembelajaran kontekstual ini, mahasiswa siap menghadapi dinamika dunia kerja yang
sesungguhnya," sambung Oswald. 

Baca juga: Warga Potowaiburu Manfaatkan Bantuan Jaring Untuk Menambah Penghasilan

Oswald mengatakan kehadiran praktisi industri memberi perspektif nyata bagi mahasiswa.

Program Eksekutif Mengajar membuka wawasan tentang praktik industri pertambangan kelas dunia. 

Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa sangat aktif baik dalam menyimak dan mengajukan pertanyaan yang relevan.

Pada sesi pertama, Vice President Mining Safety Division PTFI Eman Widijanto memaparkan
tentang tata kelola risiko keselamatan operasional.

Baca juga: YPMAK Tinjau Program Kampung Sehat di Aikawapuka, Ini Hasilnya

Ia mengatakan pengelolaan risiko di PTFI berlandaskan nilai perusahaan yaitu Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence (SINCERE), dengan keselamatan sebagai budaya kerja dan standar utama operasional, termasuk dalam pengelolaan kompleksitas tambang bawah tanah.

Sesi kedua, Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati memaparkan tentang
nilai-nilai keberlanjutan dan inklusivitas melalui topik kepemimpinan perempuan di industri
pertambangan khususnya peran komunikasi dalam menjaga reputasi dan membangun
kepercayaan publik.

Baca juga: Deklarasi Jayapura di Clossing WPFD 2026: Komitmen Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia

Ia menekankan komunikasi yang terbuka dan efektif adalah kunci dalam membangun kepercayaan jangka panjang.

“Komunikasi harus dilakukan secara jelas dan transparan, karena pesan yang disampaikan harus
dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan yang akhirnya akan
membangun kepercayaan.” kata Katri.

Program Eksekutif Mengajar merupakan kelanjutan kemitraan strategis kedua belah pihak, setelah serah terima Gedung Pusat Sains dan Kemitraan pada Desember 2025, serta penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Maret 2026 lalu.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung empat kali dalam setahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved