Upaya Damai Perang Suku Kwamki Narama
Syarat Kehadiran Tahanan Warnai Drama Perdamaian Perang Kwamki Narama Mimika
Agenda perdamaian akbar antara dua kelompok massa tersebut sedianya berlangsung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (12/1/2026).
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/12-Januari-2026-Upaya-damaia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Prosesi perdamaian perang Kwamki Narama di Mimika pada Senin (12/1/2026) sempat tertunda karena tuntutan kehadiran tahanan oleh salah satu kubu.
- Kapolres Mimika AKBP Billyandha menegaskan tahanan tetap diproses hukum atas pelanggaran senjata tajam dan perusakan. Meski molor,
- Forkopimda tetap mendorong perdamaian melalui prosesi adat belah kayu dan patah panah demi stabilitas keamanan di Papua.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Ketegangan menyelimuti persiapan prosesi adat perdamaian konflik Kwamki Narama setelah salah satu kubu yang bertikai menuntut kehadiran rekan mereka yang sedang mendekam di sel tahanan.
Agenda perdamaian akbar antara dua kelompok massa tersebut sedianya berlangsung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (12/1/2026).
Jadwal upacara yang seharusnya dimulai pada pukul 10.00 WIT terpaksa mengalami penundaan akibat negosiasi alot mengenai status para tahanan kepolisian.
Baca juga: Tiga Bulan Perang, Perdamaian Konflik di Kwamki Narama Dilakukan Hari Ini
Sejumlah pejabat teras tampak hadir di lokasi, termasuk Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong untuk mengawal proses rekonsiliasi.
Turut hadir memberikan dukungan moral adalah Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal beserta jajaran Forkopimda.
Pj Sekda Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan bahwa momentum perdamaian ini merupakan kesepakatan final yang telah melalui pertimbangan hukum yang sangat matang.
“Pihak pemerintah menilai tidak ada alasan lagi untuk menunda perdamaian karena seluruh proses administratif telah tuntas dilakukan,” ujar Nenu Tabuni di lokasi kegiatan.
Baca juga: Warga Timika Dibacok Hingga Pergelangan Tangan Hampir Putus, Pelaku Diamankan
Langkah perdamaian hari ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil rapat koordinasi lintas pemerintah daerah yang telah disepakati pada Jumat lalu.
Di sisi lain, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildirio Budiman menjelaskan bahwa penahanan sejumlah warga tetap berjalan sesuai dengan prosedur hukum positif yang berlaku.
Para tahanan tersebut ditangkap karena diduga kuat melakukan pelanggaran berat seperti penyerangan aparat, perusakan armada kepolisian, hingga membawa senjata tajam.
“Tindakan tegas diambil karena pelanggaran tersebut menyalahi aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap kapolres.
Baca juga: Warga Timika Dibacok Hingga Pergelangan Tangan Hampir Putus, Pelaku Diamankan
Di momen yang sama, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo, memperingatkan para provokator agar tidak merusak suasana damai yang sedang dibangun.
Pihak keamanan tidak akan segan melakukan tindakan represif yang terukur apabila terjadi serangan susulan terhadap personel yang sedang bertugas di lapangan.
Umbu meminta kedua belah pihak segera menghentikan pertikaian fisik melalui prosedur sakral yakni tradisi belah kayu dan patah panah.
Upaya Damai Perang Suku Kwamki Narama
TribunPapuaTengah.com
Kabupaten Mimika
Perang Suku di Kwamki Narama
Papua Tengah
| 785 Personel Gabungan Siaga Ketat Kawal Aksi Demo di Nabire, Aktivitas Ekonomi Terpantau Lancar |
|
|---|
| Agenda Kontradiktif, Pemuda dan Masyarakat Mimika Diingatkan Tidak Terprovokasi Aksi 7 April |
|
|---|
| Longmarch Demo Front Rakyat Papua Bergerak Tak Diizinkan, Ratusan Personel Disiagakan |
|
|---|
| Sekelompok Warga Lakukan Pemalakan dan Penyanderaan Terhadap Pengunjung di Kali Wania Timika |
|
|---|
| Sikapi Isu Demo 7 April 2026, Srikandi PDIP Ini Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Kabupaten Nabire |
|
|---|