Selasa, 19 Mei 2026

Kabupaten Mimika

Kasus Campak di Mimika Naik Turun Tiga Tahun Terakhir, 2 Kali Berstatus KLB

"Tahun 2024 kasus campak sebanyak 32, tapi tidak KLB karena tidak ada hubungan epidemiologinya

Tayang:
zoom-inlihat foto Kasus Campak di Mimika Naik Turun Tiga Tahun Terakhir, 2 Kali Berstatus KLB
Tribunnews.com/Feronike Rumere
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Kasus campak di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih menjadi perhatian serius.

Dalam tiga tahun terakhir, tren kasus menunjukkan fluktuasi dengan dua kali penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB), yakni pada tahun 2023 dan 2025, akibat peningkatan kasus dan pola penularan meluas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat, pada tahun 2023 terjadi KLB campak dengan jumlah terduga kasus sebanyak 356 orang.

Baca juga: Ternyata Karena Ini: Smart Air PK-SNS Mendarat Darurat diLaut Nabire Guna Penyelamatan

Dari 89 sampel yang dikirim untuk pemeriksaan laboratorium ke Surabaya, 19 di antaranya dinyatakan positif campak.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin menjelaskan,  penetapan status KLB saat itu dilakukan karena adanya peningkatan kasus disertai pola penularan terdeteksi secara epidemiologi.

"Status KLB ditetapkan karena tren kasus naik dan ada rantai penularan yang jelas,"ujar Kamaludin di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (28/1/2026).

Sebagai langkah pengendalian, Dinas Kesehatan melakukan imunisasi campak tambahan.

Upaya tersebut berdampak pada penurunan jumlah terduga kasus pada tahun 2024 menjadi 65 orang. 

Seluruh sampel dikirim ke Surabaya dan hasilnya 32 kasus dinyatakan positif campak.

Meski jumlah kasus positif pada 2024 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Kamaludin menegaskan status KLB tidak ditetapkan karena tidak ditemukan pola penularan secara epidemiologi.

Baca juga: SATP Mimika Terapkan Pendidikan Berasrama: Bentuk Karakter Siswa Melalui Disiplin dan Meditasi Pagi

"Tahun 2024 kasus campak sebanyak 32, tapi tidak KLB karena tidak ada hubungan epidemiologinya. Kasusnya sporadis, satu di lokasi ini, satu di lokasi lain," terangnya.

Pada tahun 2025, Kabupaten Mimika kembali menetapkan status KLB campak. Jumlah terduga kasus melonjak signifikan menjadi 524 orang.

Dari 348 sampel yang diperiksa di laboratorium, sebanyak 120 kasus dinyatakan positif campak.

Untuk menekan angka tersebut, Dinas Kesehatan melakukan imunisasi kejar dengan mendata anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Baca juga: Cegah Mafia BBM, DLH Jayapura Perketat Seleksi Sopir dan Wajibkan Pakta Integritas 18 Poin

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved