Kamis, 23 April 2026

Kabupaten Mimika

Bupati Mimika Minta Maaf ke Keluarga Pemilik Tanah Tembus Bandara Mozes Kilangin 

“Buka jalan ini saya sendiri yang tutup karena ada masalah dengan pemerintah. Sekarang saya persilakan

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Bupati Mimika Minta Maaf ke Keluarga Pemilik Tanah Tembus Bandara Mozes Kilangin 
Tribunnews.com/Feronike Rumere
FOTO BERSAMA- Foto bersama Bupati Mimika Johannes Rettob (empat dari kanan menggenakan batik hitam merah) didampingi Ibu Yuliana Magal (lima dari kanan menggenakan batik merah) serta aparat TNI/Polri, di Jalan undaran Petrosi tembusan Bandara Baru, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (14/2/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Pemerintah Kabupaten Mimika akhirnya mencapai kesepakatan dengan keluarga pemilik hak ulayat terkait pembangunan jalan Bubdaran Petrosi tembusan Bandara Baru Mozes Kilangin Mimika yang sempat dipalang beberapa waktu lalu.

Bupati Mimika secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas kurangnya koordinasi dalam proses pembangunan jalan tersebut.

“Berbagai negosiasi sudah kita lakukan dan hari ini kita dapat titik temu. Kita buat acara ini sebagai simbol pelaksanaan pembangunan Kabupaten Mimika ke depan,” ujarnya dalam acara adat yang digelar di lokasi pembangunan jalan Bubdaran Petrosi menuju Bandara Baru Mimika, Papua Tengah, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Pemalangan Jalan di Jalur Petrosea Menuju Bandara Mozes Kilangin Timika Akhirnya Dibuka

Bupati Johannes mengakui, saat pembangunan jalan dimulai, pemerintah belum melakukan komunikasi dan penyelesaian persoalan tanah secara baik dengan pihak keluarga.

“Waktu kita membangun jalan ini, kita tidak berkoordinasi secara baik. Pembangunan terus berjalan tanpa persetujuan bersama. Atas nama pemerintah, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga Bapak Yan. Magal,” katanya.

Lanjut Bupati, kesepakatan akhirnya tercapai setelah dilakukan pertemuan bersama Mama Yuliana.Magal dan keluarga, yang ditandai dengan penandatanganan berita acara persetujuan beberapa hari lalu.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan leluhur pemilik hak ulayat, digelar doa bersama dan makan bersama di lokasi tersebut. Bupati menyebut, acara adat ini juga pernah dilakukan saat pembangunan Bandara Moses Kilangin.

“Yang penting kita bikin adat, kita berkumpul dan makan bersama. Sekarang jalan ini kita bangun dan kita pakai bersama,” ujarnya.

Ia memastikan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) langsung bekerja merapikan jalan usai acara tersebut. Bahkan, jalan tersebut ditargetkan segera bisa dilalui masyarakat dan akan diaspal pada tahun ini (2026).

Baca juga: Kepala Kampung Pyawi  Kabupaten Keerom Ajak Warga Bersatu Lawan Malaria

“Dinas PU langsung kerjakan hari ini. Besok masyarakat sudah bisa lewat kembali. Tahun ini kita aspal,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan dan tidak lagi mengganggu proses pekerjaan yang sedang berjalan.

“Kalau ada pembangunan di sini, jangan diganggu lagi. Berikan kepercayaan kepada pemerintah untuk bangun Mimika bersama,” ujarnya.

Baca juga: HIPMI Papua Tengah Bentuk Komposisi Tim, Bawa Kopi Unggulan Hadiri SDP Di Makassa

Selain itu, ia juga mengingatkan warga agar tidak menjual tanah secara sembarangan demi kepentingan pihak lain.

“Kita jangan jual tanah sembarangan. Kita bangun daerah ini bersama, tapi jangan karena kepentingan orang lain lalu tanah dijual begitu saja,” pesannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved