Info Mimika
Distrik Mimika Baru Ajukan 280 Pembangunan Infrastruktur di 2026
Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, mengungkapkan bahwa beberapa kantor kelurahan saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/6-Maret-2026-Musrembang-Distrik-Miru.jpg)
Ringkasan Berita:
- Distrik Mimika Baru mengajukan 280 usulan pembangunan pada Musrenbang 2026 untuk membenahi infrastruktur publik yang mendesak.
- Fokus utama mencakup renovasi kantor kelurahan yang tidak layak, pembangunan drainase, hingga penyediaan air bersih di 11 kelurahan dan 3 kampung.
- Kepala Distrik menekankan perlunya validasi data teknis agar program rumah layak huni dan kebersihan kota segera terealisasi.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – Wajah pelayanan publik di Distrik Mimika Baru terancam terhambat akibat kondisi infrastruktur kantor kelurahan yang kini sudah tidak mampu menampung aktivitas masyarakat.
Masalah ruang publik ini menjadi sorotan utama di tengah ratusan usulan pembangunan yang diajukan untuk tahun anggaran 2026.
Pemerintah Distrik Mimika Baru pun menyodorkan 280 usulan pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Kanguru, Timika, Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/3/2026).
Ratusan usulan tersebut merupakan hasil serapan aspirasi dari 11 kelurahan dan 3 kampung yang menjadi wilayah administratif distrik terpadat di Kabupaten Mimika.
Baca juga: KPA Keluarkan Jurus Jitu Tekan 24 Ribu Kasus HIV-AIDS di Papua Tengah
Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, mengungkapkan bahwa beberapa kantor kelurahan saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Keterbatasan ruang menjadi kendala utama saat petugas harus melayani volume warga yang terus meningkat setiap harinya.
“Beberapa kantor sudah tidak layak dipakai karena masyarakat yang datang untuk pengurusan cukup banyak, sementara kantor yang ada hanya memiliki dua ruangan,” ungkap Joel.
Selain renovasi gedung pemerintahan, pembenahan sistem drainase dan kebersihan kota menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Hal ini berkaitan langsung dengan mitigasi banjir dan kenyamanan lingkungan pemukiman warga di area perkotaan.
Baca juga: Serahkan 20 Kios Kelontong Binaan di Mimika, YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Amungme-Kamoro
Untuk menjamin usulan tersebut lolos verifikasi Bappeda Kabupaten Mimika, Joel menginstruksikan jajarannya untuk melengkapi data teknis secara terperinci.
"Setiap usulan jalan, jembatan, dan drainase wajib mencantumkan ukuran panjang serta lebar yang akurat," tegas Joel.
Distrik Mimika Baru juga menitikberatkan program pada pengadaan rumah layak huni dan penyediaan air bersih.
Joel menilai aspek-aspek tersebut merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kesejahteraan hidup masyarakat kelas bawah.
Di sisi lain, Joel mengingatkan masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah.
Baca juga: Transformasi Maritim di Papua Tengah, 4 Kabupaten Siap Bangun Ekosistem Kampung Nelayan Modern
Ia menyayangkan adanya temuan kerusakan pada fasilitas umum yang disebabkan oleh tindakan vandalisme oknum warga.
“Kalau lampu jalan dan pipa air sudah dipasang, tolong dijaga. Jangan dirusak karena itu untuk kepentingan masyarakat sendiri,” tandasnya.
Sementara itu Asisten I Setda Mimika Ananias Faot membuka Musrembang Distrik Mimika Baru mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga distrik.
Baca juga: Jelang Idul Fitri 2026, Aktivis Pemuda Papua Serukana Menjaga Etalase Damai di Kota Jayapura
Forum ini untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah Distrik Mimika Baru.
"Melalui musrenbang ini, kita tidak hanya berbicara tentang rencana pembangunan semata, tetapi juga tentang komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ananias pun berharap partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar setiap usulan program yang dihasilkan benar-benar berkualitas, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
"Pemkab Mimika terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah, termasuk di Distrik Mimika baru yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar," katanya.
Baca juga: Standar Keamanan Ketat Liga 4, Polda Papua Tengah Verifikasi Kelayakan Stadion Wania Imipi Mimika
Ananias tak memungkiri Distrik Mimika Baru sebagai lokasi ibu kota Kabupaten Mimika tentunya memiliki berbagai persoalan yang kompleks dan dibahas dalam Musrembang.
"Kita berharap perencanaan dari bawah itu benar-benar terwujud, terlaksana secara terukur sesuai dengan kebutuhan saat ini," terangnya.
Baca juga: PMKRI Merauke Tolak PSN Jalan Wanam-Muting: Soroti Kerusakan Hutan Papua dan Langgar Hak Ulayat
Ia berharap perencanaan dilakukan dengan mengakomodir tepat kebutuhan masyarakat untuk bersama.
"Hilangkan stigma perencanaan dari bawah tetapi dilaksanakan program dari atas. Ini berarti menandakan tidak ada sinkronisasi dari 11 kelurahan dan 3 kampung. Saya berharap ini sudah dilakukan musrembang tingkat kampung, kelurahan secara benar," tutup Ananias. (*)
| Merry Pongutan Nahkodai ILDI Mimika 2026-2030, Siap Cetak Prestasi dan Budayakan Hidup Sehat |
|
|---|
| Bulog Mimika Salurkan Puluhan Ribu Bantuan Pangan, Sasar 27.209 Warga di 18 Distrik |
|
|---|
| Tekan Penyebaran Malaria, PT Petrosea Bagi-bagi Ratusan Kelambu untuk Warga Mimika |
|
|---|
| Bappeda Mimika Susun Skala Prioritas Pembangunan 2026, Didominasi Infrastruktur Dasar |
|
|---|
| Sampah Pasar Sentral Membludak, Disperindag Mimika: Ini Bukan Hanya dari Pedagang |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.