Kamis, 7 Mei 2026

Info Mimika

Protes Banjir Akibat Drainase Buruk, Warga Palang Akses Menuju Jalan Baru Timika

Kondisi tersebut memicu aksi warga yang memalang jalan sebagai bentuk protes karena genangan air tak kunjung surut.

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Protes Banjir Akibat Drainase Buruk, Warga Palang Akses Menuju Jalan Baru Timika
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
BANJIR - Caption: Nampak Warga sedang memalang tuas jalan menuju Jalan Baru, akibat hujan deras sehingga adanya genangan air hingga masuk rumah warga, di Jalan Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (6/5/ 2026). Foto: Tribun-PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 

Ringkasan Berita:
  • Genangan air akibat hujan deras dan buruknya drainase merendam ruas jalan serta rumah warga di Jalan Baru, Timika, Mimika. 
  • Kondisi ini memicu warga memalang jalan sebagai bentuk protes karena banjir terjadi selama dua hari berturut-turut.
  • Warga berharap adanya penanganan serius dari pemerintah, mengingat genangan air terus mengganggu aktivitas dan kenyamanan, bahkan membuat warga kesulitan beristirahat.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Intensitas hujan yang tinggi disertai buruknya sistem drainase menyebabkan ruas jalan menuju Jalan Baru di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah tergenang air, Rabu (6/5/2026).

Kondisi tersebut memicu aksi warga yang memalang jalan sebagai bentuk protes karena genangan air tak kunjung surut.

Salah satu warga Jalan Makarena, Deki, yang ditemui TribunPapuaTengah.com sekitar pukul 14.00 WIT menyebut hujan deras sejak siang hari membuat saluran drainase meluap hingga menggenangi badan jalan.

“Hujan deras tadi dari jam satu siang sampai jam setengah tiga, makanya jalan ini tergenang air,” ujarnya.

Baca juga: Warga Potowaiburu Manfaatkan Bantuan Jaring Untuk Menambah Penghasilan

Berdasarkan pantauan TribunPapuaTengah.com pada pukul 14.30 WIT, ruas jalan menuju Jalan Baru hingga akses ke bandara terendam air.

Bahkan, beberapa rumah warga di pinggir jalan turut terdampak genangan.

Sejumlah warga, termasuk anak-anak, terlihat menghadang kendaraan yang hendak melintas.

Mereka berteriak meminta pengendara tidak melintas karena kondisi jalan yang terendam banjir.

Seorang pedagang di sekitar lokasi, Susilawati, mengungkapkan genangan air sudah terjadi selama dua hari, dengan kondisi hari ini lebih parah dibanding sebelumnya.

“Sudah dua hari rumah tergenang. Kalau tidak dipalang, mobil lalu lalang bikin gelombang air masuk terus ke rumah,” katanya.

Baca juga: Deklarasi Jayapura di Clossing WPFD 2026: Komitmen Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia

Warga Jalan Baru, Ona Katagame, menambahkan, bahwa genangan air yang masuk ke rumah membuat warga kesulitan beristirahat.

“Kami sudah dua hari seperti ini. Kalau musim hujan selalu banjir, kami tidak bisa tidur. Di dapur sudah tergenang, kasur dan barang-barang kami naikkan,” akunya.

Menurut Ona, banjir diperparah oleh adanya bangunan yang menghambat aliran air pada saluran drainase, sehingga saat hujan deras air meluap ke jalan hingga masuk ke rumah warga.

"Ini bukan baru, banjir ini sudah lama kalau hujan deras begini kami korban bersama dua rumah ini," ungkapnya. 

Warga mengaku kecewa karena belum ada penanganan dari pihak terkait.

Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan drainase agar aktivitas warga kembali normal dan mereka bisa beristirahat dengan aman.(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved